Blog

  • INGAT MAESAN, INGAT WISATA KULINER KAMPOENG “SIONGAN”

    INGAT MAESAN, INGAT WISATA KULINER KAMPOENG “SIONGAN”

    Pemerintah Desa Maesan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso melakukan Grand Opening Wisata Kuliner Kampoeng Siongan, kamis (15/12/2022) di Pelataran Wisata Kampoeng Siongan, Dusun Krajan Atas RT 01 RW 01 Desa Maesan. Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati, Camat Maesan, Jakfar Sodik dan Anggota Muspika lainnya, Kepala Desa se Kecamatan Maesan, Pimpinan unit perbankan yang ada di Kecamatan Maesan, pelaku UMKM Desa Maesan,TPP Kemendesa Kabupaten Bondowos dan Kecamatan Maesan serta tokoh masyarakat Desa Maesan.

    Menurut Kepala Desa Maesan, Suharyono, pembangunan Kampoeng Siongan ini diarahkan sesuai dengan petunjuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang Perencanaannya dimulai sejak bulan Maret hingga rampung saat ini sehingga dilaksanakan Lounching pada hari ini. Pemilihan Wisata Kuliner Kampoeng Siongan ini di dasarkan pada potensi yang ada di desa maesan,  dimana sebelumnya Bumdes Mekar Jaya bersama masyarakat sudah melalukan usaha perikanan lele atau dalam istilah bahasa Madura disebut dengan “Siongan”. Sehingga dengan adanya Wisata Kuliner Kampoeng Siongan ini bisa menjadi kolaborasi antara usaha hulu dan hilir secara berkelanjutan.

    Sedangkan Camat Maesan, Jakfar Sodik dalam sambutannya menyampaikan bahwa Desa Maesan merupakan salah satu Desa yang bersatatus Desa Mandiri sehingga mendapatkan reward dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PMD Provinsi Jawa Timur dengan Program Desa Berdaya. Hal ini tidak lepas dari peran semua pihak yang telah menjadikan Desa Maesan bwrstatus Desa Mandiri berdasarkan parameter Indeka Desa Membangun (IDM). Oleh karenanya pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Maesan dan Pendamping Desa yang mempunyai komitmen tinggi dalam meningkatkan Pembangunan Desa demi kesejahteraan warga masyarakat. Menurutnya dengan adanya Wisata Kuliner Kampoeng Siongan ini dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan di Kelola oleh Bumdes sehingga masyarakat mempunyai peluang dalam berusaha kuliner untuk mendapatkan penghasilan bagi keluarga.

    Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bondowoso dalam arahannya menyampaikan bahwa Program Desa Berdaya akan menjadi mitra strategis bagi desa dalam upaya mengembangkan potensi terbaik desa dan mengoptimalkan aset-aset desa yang dijalankan secara modern, strategis dan sistematis, agar masyarakat desa lebih berdaya dalam bidang ekonomi, pendidikan dan sosial.
    Program Desa Berdaya merupakan Dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada desa untuk lebih meningkatkan pengelolaan potensi desanya. Diharapkan dari program desa berdaya, pemerintah desa mampu menampilkan icon desa, seperti dibuat Wisata Kuliner Kampoeng Siongan yang ada di Desa Maesan ini.

    Diakhir acara dilakukan pemotongan pita oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Bondowoso sebagai tanda mulai dibukanya Wisata Kuliner Kanpoeng Siongan di Desa Maesan. Dalam pemotongan pita itu juga diiringi oleh kesenian Jaran Kencak dan “Can Macanan Kaddhuk” yang ada di Desa Maesan. Kemudian acara dilanjutkan dengan Ramah Tamah dengan suguhan masakan yang sebagian besar berbahan ikan lele atau “Siongan” (jf)

  • DESA SUGER LOR, TERIMA REWARD SEBAGAI DESA BRILIAN

    DESA SUGER LOR, TERIMA REWARD SEBAGAI DESA BRILIAN

    Pemerintah Desa Suger Lor Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso menerima reward atas keberhasilannya menjadi salah satu pemenang Graduation Desa Brilian Batch 3 yang diselengarakan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hadiah diterima langsung oleh Kepala Desa Suger Lor, Kusnadi, Selasa, (22/11/2022) di Aula Kantor Desa Suger Lor.

    Dikutip dari promo.bri.co.id, Program Desa BRilian adalah Desa binaan BRI yang memiliki seluruh atau kombinasi dari empat aspek utama. Mulai dari BUMDes aktif sebagai penggerak ekonomi desa, digitalisasi yang terimplementasi di desa yang menggunakan produk BRI (BRILink, Web Pasar, Stroberi).  Juga aspek inovasi sebagai desa kreatif yang memecahkan masalah kemasyarakatan dan sosial desa. Terakhir adalah <span;>sustainability <span;>sebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor usaha unggulan desanya.

    Desa yang lolos seleksi menjadi Desa BRIlian nantinya akan diberikan edukasi dan pendampingan yang mencakup peningkatan kapasitas manajerial, legalitas, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, skala usaha serta diberikan kebutuhan para pelaku UMKM sesuai dengan tema kegiatan BRIncubator (Kegiatan Pemberdayaan BRI) yang terdiri dari Go Modern, Go Digital, Go Online, Go global.

    Kepala Desa Suger Lor, Kusnadi berharap dengan terpilihnya Desanya menjadi salah satu Desa Brilian akan dapat membantu Pemerintah Desa dalam melaksanakan Pembangunan secara terarah dengan menerapkan arahan dan pendampingan dari Program Desa BRIlian, sehingga dapat memberikan manfaat secara keseluruhan bagi masyarakat Desa Suger Lor. (jf)

  • 3 KEPALA DESA KECAMATAN MAESAN, TERIMA PENGHARGAAN DARI GUS MENTRI DESA

    3 KEPALA DESA KECAMATAN MAESAN, TERIMA PENGHARGAAN DARI GUS MENTRI DESA

    Sebanyak 3 Kepala Desa di Kecamatan Maesan menerima Penghargaan dari Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Dr (HC) Abdul Halim Iskandar, Kamis (17/11/2022) di Auditorium Hotel Grand Padis, Jl. A. Yani Bondowoso. Ke- 3 Kepala Desa itu adalah Kepala Desa Maesan, H. Suharyono, Kepala Desa Sumberpakem, Mulyadi dan Kepala Desa Penanggungan, Yuni Bagus Mantre.

    Penghargaan dari Kementrian Desa PDTT itu diberikan dalam rangkaian Acara Memperingati Hari Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal  Kementrian Desa, PDTT RI untuk Desa yang beratatus Desa Mandiri. Peringatan Hari Percepatan Pembangunan Daerah kali ini dipusatkan  di Kabupaten Bondowoso. Hadir juga dalam acara itu Mentri Sosial RI, Tri Risma Harini yang mendapat penghargaan dari Kementrian Desa PDTT RI sebagai kementrian yang paling sinergi untuk Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal , demikian juga untuk Kementrian Agama Republik Indonesia.

    Mentri Desa, PDTT RI, Abdul Halin Iskandar yang akrab di sapa dengan Gus Mentri itu menyampaikan bahwa penghargaan kepada Desa yang berstutus Mandiri ini dimaksudkan untuk lebih memacu pemerintah desa dalam melaksanakan  pembangunan desanya.  Selain penghargaan berupa piagam, dari Kemendes PDTT RI, Desa Mandiri juga menerima penghargaan berupa Lencana. Lencana itu dibuat dari lempeng berwarna emas yang memuat logo Kemendes PDTT kemudian ada tulisan Desa Mandiri diatas kain berwarna ungu. Lencana tersebut dipasangkan di baju dinas Kepala Desa tepatnya diatas saku sebelah kiri dibawah logo Korpri.

    Dengan didapatkannya penghargaan ini, para kepala desa di Kecamatan Maesan menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak , terutama kepada Tenaga Pendamping Desa dan Pemerintah Kecamatan yang telah membantu dan mendampingi pembangunan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan Pertanggunggjawabannya. Sehingga Desa nya dapat mencapai status Desa Mandiri (jf)

  • TK PGRI 09 MAESAN DOMINASI JUARA LOMBA MEWARNAI HSN 2022, CFD PENANGGUNGAN HEBAT

    TK PGRI 09 MAESAN DOMINASI JUARA LOMBA MEWARNAI HSN 2022, CFD PENANGGUNGAN HEBAT

    TK PGRI 09 Maesan mendominasi juara lomba mewarnai Hari Santri Nasional (HSN) 2022 dalam ajang Car Free Day Penanggungan Hebat, Minggu (13/11/2022).

    Pelaksanaan Lomba mewarnai itu sendiri sudah dilaksanaan beberapa waktu lalu dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022, namun penyerahan hadiah penghargaan bagi pemenang dilaksanakan pada ajang Car Free Day Penanggungan Hebat pada hari Minggu ini.

    Bertempat di pelataran CFD Penanggungan Hebat yang berada di sepanjang 500 metee jalan Gunungsari depan Kantor Desa Penanggungan penghargaan berupa piala dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Anggota Pembina Sekretariat Bersama (SEKBER) CFD Penanggungan Hebat.

    Dengan pelaksanaan Lomba Mewarnai tingkat TK/PAUD ini dimaksudkan agar kiranya dapat  memupuk bakat dan minat anak-anak usia dini dalam berimajinasi dengan kombinasi warna dalam sebuah gambar. Sedangkan bentuk gambar yang berupa gambar keluarga yang melaksankan sholat berjamaah dalam lomba mewarnai itu, memberi pesan kepada anak agar suka sholat berjama’ah.

    Adapun para pemenang Lomba Mewarnai dalam Rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2022 di ajang CFD Penanggungan Hebat itu adalah Juara 1 Ananda Adiba (TK PGRI 09 Maesan), Juara 2 Ananda Lefi (TK PGRI 09 Maesan) dan Juara 3 Ananda Zafira (RA Al Falah)

  • DESA MAESAN, NOMINATOR DESA AWARD 2024 LP2M UNIVERSITAS JEMBER

    DESA MAESAN, NOMINATOR DESA AWARD 2024 LP2M UNIVERSITAS JEMBER

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, melakukan Asesmen penilaian Desa Award dalam rangka Dies Natalis 2024 di Desa Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu, (23/11/2024). Berdasarkan surat LP2M Universitas Jember No. 10354/UN25.3.1/LT/2024 tanggal 12 Nopember 2024, Desa Maesan masuk salah satu Nominator Desa Award 2024. Asesmen penilaian Desa Award 2024 ini di maksudkan untuk memberikan apresiasi terhadap pengelolaan  Program Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Desa.
    Hal itu disampaikan oleh, HERMANTO dan HADI MAKMUR selaku asesor dari LP2M Universitas Jember.

    “Desa Award 2024 diadakan juga sebagai bentuk kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa agar pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa dari tahun ke tahun semakin meningkat di bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan bidang pemerintahan Desa” kata HERMANTO

    Dalam asesmen yang dilakukan asesor menggali informasi yang telah dilakukan oleh pemerintah desa maesan dan menggali potensi desa yang bisa dikembangkan untuk kemajuan desa. Sedangkan yang menjadi sumber informasi terdiri dari RUDIANTO (Sekdes) dan SEPTA PRAYOGI (operator Desa) bersama beberapa perangkat desa dan kader desa lainnnya, serta di dampingingi oleh JONI FATAHILLAH dan ABDUL MUQSID dari Pendamping Desa Kecamatan Maesan.

    Dalam keterangannya, RUDIANTO, Sekretaris Desa Maesan menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Maesan dalam penganggaran di APBDes menfokuskan pada pengembangan UMKM yang memang menjadi sentra kegiatan ekonomi masyarakat selain bidang pertanian. Ada sekitar 72 pelaku UMKM yang ada di Desa Maesan yang sudah disentuh oleh anggaran desa, pada tahun 2024 ini melalui bantuan peralatan usaha UMKM.
    “Peralatan yang diberikan merupakan peralatan yang memang dibutuhkan oleh pelaku UMKM, karena merupakan usulan yang disampaikan dalam Musyawarah Desa (Musdes).” katanya.

    Sementara itu, SEPTA PRAYOGI, operator Desa menjelaskan tentang rincian penganggaran masing-masing bidang pembangunan,  pemberdayaan, pembinaan, program percepatan penurunan stunting dan ketahanan pangan. Dijelaskan bahwa penganggaran dilakukan berdasarkan hasil Musyawarah Desa yang telah dilakukan mualai Penyusunan Daftar Usulan, penetapan RKPDes sampai pada Penetapan APBDes.
    “Jadi semua yang dianggarkan merupakan skala prioritas yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat” katanya.

    Selain itu, disampaikan pula bahwa pada tahun 2024 ini pemerintah desa maesan memuali pembaangunan Sarana Kegiatan Masyarakat yang akan menjadi pusat kegiatan ekonomi UMKM, Olah Raga dan interaksi sosial Taman Bermain yang berlokasi di Lapangan Desa Maesan.
    “Saat ini kami mulai membangun Pusat Sarana Kegiatan Masyarakat tahap pertama yang akan berlanjut pada tahun anggaran ke depan, sehingga proyek ini akan betul-betul terwujud” kata YOGI.

    Terkait hal itu, dalqm diskusi, LP2M Universitas Jember memberi masukan masukan  yang penting dalam pengelolaan Sarana kegiatan masyarakat di maksud. Pembangunan sarana kegaiatan masyarakat itu hendaknya bisa memberikan multi effect terhadap semua bidang misalnya effek ekonomi, sosial dan budaya, pendidikan dan pembinaan olah raga dan lain-lain.
    “Oleh karenanya perlu juga di disain tentang sistem dan tehnik pengelolaannya” kata Asesor HADI MAKMUR.

    Optimalisasi pengelolaan saranq yang  berkualitas sudah menjadi suatu keharusan, kemudian melakukan inovasi-inovasi, sehingga keberlangsungan dan manfaat sarana kegiatan ini  benar-benar tercapai dan dirasakan oleh masyarakat.
    Dengan kegiatan Desa Award ini, Pihak LP2M Universitas Jember berharap ke depan agar pemerintah desa dapat bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi untuk membuat konsep-konsep pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.(jf)

  • DESA SUGER LOR, MASUK 40 BESAR GRADUTION DESA BRILIAN BATCH 3 TAHUN 2022

    DESA SUGER LOR, MASUK 40 BESAR GRADUTION DESA BRILIAN BATCH 3 TAHUN 2022

    Link youtube Pengumuman 40 Besar Graduation Desa Brilian Batch 3 Tahun 2022 :  https://youtu.be/kJgxAWT5H74

    Desa Suger Lor Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso ditetapkan masuk dalam 40 besar Desa Brilian Batch 3 se-Indonesia.

    Program Desa BRilian adalah Desa binaan BRI yang memiliki seluruh atau kombinasi dari empat aspek utama. Mulai dari BUMDes aktif sebagai penggerak ekonomi desa, digitalisasi yang terimplementasi di desa yang menggunakan produk BRI (BRILink, Web Pasar, Stroberi).  Juga aspek inovasi sebagai desa kreatif yang memecahkan masalah kemasyarakatan dan sosial desa. Terakhir adalah sustainability sebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor usaha unggulan desanya.

    Tujuan adanya Desa BRIlian yaitu meningkatkan kualitas pengelolaan desa yang menginspirasi untuk memajukan desa dan BUMDes serta sebagai bentuk penghargaan yang akan menampilkan desa yang berkepedulian sosial, menggerakan perubahan, dan berperan inovatif memotivasi orang di sekitarnya untuk maju.

    Sebelumnya Desa Suger Lor berkesempatan mengikuti Pelatihan dan Penilaian Desa Brilian 2022 melalui zoom meeting di bulan September 2022. Setiap pertamuan membahas materi yang berbeda, diantaranya :
    • Kepemimpinan Kolaboratif
    • Pemahaman Kebutuhan Pemangku         Kepentingan
    • Pengelolaan Sumber Daya
    • Digitalisasi Desa
    • Pengembangan Bisnis Model Desa
    • Cara Berinovasi Melalui Potensi Desa
    • Public Speaking
    • Negotiation Skill
    • Mindset Tanggung Jawab Sosial
    • Konsep dan Implementasi ESG di Desa

    Adapun peserta yang mengikuti Pelatihan adalah Kepala Desa Suger Lor, Direktur BUMDes Sumber Hidayah, Perwakilan BPD atau Tokoh Masyarakat, Perwakilan Kelompok Usaha atau Ibu-ibu PKK, serta Pelaku Usaha Muda atau Karang Taruna.

    Selepas pelatihan, Desa diminta untuk mengirimkan tugas sebagai bahan penilaian Desa Brilian, seperti berkas RPJM Desa, RKP Desa, Video Profil Desa, dan lain-lain.

    Kusnadi, Kepala Desa Suger Lor, menyampaikan, dengan masuk 40 Besar Desa Brilian 2022 menambah semangat Desa Suger Lor untuk terus berkembang menuju Desa maju dan sejahtera. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang turut membantu dan mendukung, terutama kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI),  Pendamping Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan.  Diharapkan nantinya  juga bisa menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.( jf)

  • BLT DD TAHAP 4 MASUK RKD, TPP KECAMATAN MAESAN FASILITASI PENGAJUAN PENCAIRAN

    BLT DD TAHAP 4 MASUK RKD, TPP KECAMATAN MAESAN FASILITASI PENGAJUAN PENCAIRAN

    Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap 4 untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember sudah masuk Rekening Kas Desa se Kecamatan Maesan per 27 Oktober 2022. Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan mulai melakukan pengajuan pencairan kepada Bank Jatim dengan rekomendasi Pemerintah Kecamatan Maesan, Senin, (31/10/2022). Pengajuan rekomendasi pencairan dilakukan secara kolektif yang di fasilitasi oleh Tim Pendamping Desa Kecamatan Maesan.

    Menurut Abdul Muqsid AR, Pendamping Desa Kecamatan Maesan selaku PIC BLT DD mengaatakan bahwa sebelum diajukan kepada Bank Jatim surat pengajuan harus direkomendasi oleh Pemerintah Kecamatan dengan surat pengajuan yang ditandatangani oleh Camat Maesan. Fasilitasi pengajuan pencairan BLT DD tahap 4 ini diajukan untuk realisasi bulan Oktober dan Nopember kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seluruh Desa se Kecamatan Maesan.

    “Pengajuan pencairan BLT DD hari ini untuk bulan Oktober dan Nopember, sedang untuk bulan Desember baru akan dilakukan sesuai dengan bulannya” katanya.

    Dengan fasilitasi pengajuan pencairan yang dilakukan ini diharapkan dalam minggu pertama bulan Nopember seluruh Desa se Kecamatan Maesan sudah bisa mencairkan dan menyalurkan kepada KPM untuk 2 bulan, yaitu bulan ke 10 dan 11. Namun sebelum dilakukan pencairan oleh Bank Jatim, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan Tim Pengelola Keuangan Desa untuk memastikan setelah pencairan BLT DD dapat segera dilakukan penyaluran kepada KPM. “Dalam waktu dekat kita akan mengumpulkan Tim Pengelola Keuangan Desa untuk berkoordinasi terkait jadwal pencairan dan penyaluran BLT DD ini” tambahnya (jf).

  • COPAIG (COMBINATION OF THREE IGREDIENTS FOR PAVING BLOCK) MENUJU INDONESIA BERSIH UNTUK MENDUKUNG GERAKAN SDGS 2030 *)

    COPAIG (COMBINATION OF THREE IGREDIENTS FOR PAVING BLOCK) MENUJU INDONESIA BERSIH UNTUK MENDUKUNG GERAKAN SDGS 2030 *)

    Oleh :
    Nabila Maulidia Fatahillah, 
    M. Ramadhani Rahman, 
    Najwa Kamula
    (Siswa/siswi MA Unggulan NURIS Jember)
    *) Peraih Medali Emas Ajang LKTI Gold Award Research Education Festival 2022

    Dapat diketahui kebutuhan bahan bangunan pada bidang pempavingan yang digunakan untuk pemukiman mulai dari rumah sederhana sampai rumah kelas menengah semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan ibukota. Dalam hal ini membutuhkan lapisan penutup seperti paving block yang terbuat dari semen disisi lain paving block yang terbuat dari semen tidak dapat menyerap air terutama di daerah perkotaan. Selain itu, Indonesia adalah negara agraris dimana terdapat banyak komoditas perkebunan. Disamping itu, Indonesia adalah Negara dengan permasalahan sampah terbesar sehingga menyebabkan banjir. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB 2020) menyebutkan, jumlah kasus banjir sebanyak 1.064 kejadian. Maka perlu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat paving berbahan dasar sampah plastik karena sampah plastik mudah didapat, menurut data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Setelah itu, peneliti berinovasi menambah daya efektivitas paving block dengan menambah jerami padi dan ampas tebu, karena jerami padi memiliki kandungan silika 95%, sedangkan ampas tebu memiliki kandungan senyawa silikat (SiO2) juga merupakan bahan utama dari semen biasa (portland). Peneliti berinovasi untuk menambahkan Proses Fotoremediasi yang menggunakan bahan berupaa tanaman Kayu Apu yang bertujuan untuk proses penjernihan air fitoremidiasi. Study yang dilakukan peneliti bertujuan untuk menghasilkan paving yang dapat menyerap air. Study ini menghasilkan produk yang peneliti namakan COPAIG. Metode penelitian yang peneliti lakukan yaitu: 1) observasi 2) referensi 3) proses pembuatan COPAIG. Hasil penelitian ini adalah COPAIG dapat menyerap air sebesar 34%. Diharapkan dengan adanya produk ini dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah dan banjir di Indonesia dan dapat mendukung gerakan Indonesia bersih untuk mendukung program SDgs 2030.

    Kata kunci: sampah plastik, jerami padi, ampas tebu,kayu apu

    Kebutuhan akan bahan bangunan terutama pada bidang paving yang digunakan untuk pemukiman mulai dari rumah sederhana sampai rumah kelas menengah pada saat ini semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Peningkatan akan kebutuhan infrastruktur untuk menunjang kehidupan seperti gedung, jalan raya, bendungan dan lain-lain. Pada saat ini, yang popular adalah pembuatan taman kota dengan segala pendukungnya seperti untuk bangku taman, jalur pejalan kaki, lintasan jogging atau lintasan sepeda, dalam hal ini membutuhkan lapisan penutup. Lapisan penutup yang umum digunakan untuk beban yang relatif ringan dan mampu untuk mengalirkan air adalah paving block yang terbuat dari agregat halus dan semen sebagai bahan pembuatannya namun dilihat dari sisi lain paving block yang terbuat dari semen tidak dapat menyerap air terutama di daerah perkotaan yang dimana terdapat banyak sekali taman dan gedung-gedung pencakar langit, selain itu paving yang terbuat dari semen dapat meningkatkan suhu udara di lingkungan sekitar.
    Disamping itu, Indonesia sendiri adalah negara agraris yang memiliki kekayaan alam dari sektor perkebunan. Berbagai jenis perkebunan yang dapat menjadi komoditas eksport dapat ditemukan di Indonesia seperti tebu, teh, dan sektor pertanian seperti padi dan jagung. Selain itu, dapat diketahui bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan permasalahan sampah plastik terbesar di dunia. Daerah perkotaan di Indonesia dengan tingkat curah hujan yang cukup tinggi dan kurangnya daerah resapan air sehingga menyebabkan genangan air yang dapat mengakibatkan banjir. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB 2020) menyatakan, banjir merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi selama 2020. Jumlah kasusnya sebanyak 1.064 kejadian. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 6.423.072 jiwa terpaksa mengungsi dan sebanyak 370 orang meninggal dunia, hilang 39 orang serta luka-luka 356 jiwa.
    Berdasarkan permasalan tersebut, maka perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di daerah perkotaan. Dengan membuat paving yang dapat menyerap air hujan. Salah satu bahan yang dapat dijadikan sebagai paving tersebut ialah sampah plastik. Peniliti memilih sampah plastik karena mudah didapatkan, menurut data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton diantaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sumber yang sama menyebutkan bahwa kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebesar 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik (BPS dan INAPLAS, 2019). Berdasarkan hal tersebut peneliti berinovasi untuk melakukan study penambahan jerami padi dan ampas tebu pada sampah plastik, karena ampas tebu memiliki kandungan senyawa silikat (SiO2) yang juga merupakan bahan baku utama dari semen biasa (portland). Pemanfaatan abu ampas tebu sebagai bahan tambah pembuatan paving block dapat meningkatkan kuat tekan paving block (Indriyanto 2001:43). Sedangkan jerami padi menurut Rahman Sudiyo (2008) menyatakan bahwa jerami padi setelah dipurifikasi memiliki kandungan silika hingga 95%, sedangkan abu terbang memiliki kandungan 90%. Peniliti berinovasi untuk menambahkan konsep fitoremidiasi yang berbahan dasar kayu apu. Kayu apu merupakan jenis tanaman fitoremidiator, yaitu tumbuhan yang memiliki kemampuan mengolah limbah baik berupa logam berat, zat organik maupun anorganik. Kayu apu memiliki potensi dalam menurunkan kadar organik tinggi terutama pada hujan. Berdasarkan banyaknya pernyataan diatas peneliti memiliki sebuah inovasi dengan membuat paving block yang peneliti beri nama COPAIG (Combination Of Three Ingredients For Paving Blocks).
    Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka tujuan akhir dari penelitian ini yaitu adanya pemanfaatan sampah plastik untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah dan dapat memanfaatkan limbah ampas tebu dan jerami padi yang dapat dijadikan sebagai produk yang bermanfaat bagi penerus bangsa kedepannya. Diharapkan dengan adanya inovasi ini, peneliti berharap dapat belajar lebih banyak tentang pemanfaatan SDA dan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut serta masyarakat juga saling bekerja sama untuk menyukseskan adanya pengolahan paving block menuju Indonesia bersih dan hemat air untuk mendukung gerakan SDgs 2030 ke 6 tentang air bersih dan sanitasi air.

    Indonesia telah menyatakan pemindahan Ibu kota Republik Indonesia serta meminta izin kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Rencana pemindahan Ibu kota tersebut telah melalui kajian dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas RI). Permasalahan yang timbul berkaitan dengan pemindahan ibu kota di Indonesia salah satunya perkembangan pembangunan di daerah perkotaan. permasalahan tersebut mengkhawatirkan akan menimbulkan dampak yang signifikan yaitu banjir, yang diakibatkan oleh genangan air di sekitar kawasan tersebut. Hal ini mengakibatkan genangan air di pemukiman lama, karena kawasan tersebut awalnya adalah kawasan terbuka berupa area persawahan yang akan berfungsi sebagai penampungan limpahan air hujan yang belum tertampung oleh badan air penerima pada saat hujan sehingga lahan pertanian menjadi area terbangun akan menyebabkan berkurangnya daerah penampungan dan resapan air.
    Pembangunan perkotaan khususnya di daerah Jember kecamatan Sumbersari menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau sebagai tempat meresapnya air hujan ke dalam tanah sehingga terjadi banjir dan genangan air.

  • LOUNCHING TTE KEPALA DESA DAN PENILAIAN WEB KIM KECAMATAN MAESAN

    LOUNCHING TTE KEPALA DESA DAN PENILAIAN WEB KIM KECAMATAN MAESAN

    Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan melakukan Lounching Tanda Tangan Elektronik Kepala Desa dan Pengumuman Pemenang Lomba Website Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Desa se Kecamatan Maesan, dalam acara Belajar Bersama Perangkat Desa (Berkat Desa) di Pendopo Kantor Desa Pakuniran Kecamatan Maesan, Rabu (12/10/2022)

    Baca juga :
    https://www.pijarnusantara.com/nusantara/pr-6855165960/keren-ada-berkat-desa-alias-belajar-bersama-perangkat-desa-di-kecamatan-maesan-kabupaten-bondowoso

    Hadir dalam kegiatan itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Keuangan Pemkab Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd. M.Si. mewakili Bupati, Sekretaris Dinas PMD Drs. Abdul Mannan, M.Si. mewakili Kepala Dinas, Kepala Kominfo yang diwakili oleh Hany Wiliam Lipito, S.T Sandiman Ahli Muda,  Muspika Kecamatan Maesan, Kepala Desa dan beberapa perangkat Desa Se kecamatan Maesan serta undangan dari Lembaga Desa Pakuniran, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Pakuniran.

    Camat Maesan, Jakfar Sodik, S.Sos. M.M. dalam sambutannya memaparkan tentang Kegiatan Belajar Bersama Perangkat Desa atau lebih dikenal dengan istilah BERKAT DESA yang merupakan kegiatan yang di gagas oleh Pendamping Desa dan Pemerintah Kecamatan sebagai wadah peningkatan kapasitas Pemerintah Desa. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan di kecamatan maesan yang pelaksanaannya bergiliran tempatnya di 12 Desa di Kecamatan Maesan sejak tahun 2017 lalu.  Dalam kegiatan Berkat Desa diisi dengan Diskusi dan sharing informasi tentang Pengelolaan Pemerintah Desa, sehingga muncul ide atau gagasan yang inovatif termasuk Tandan Tangan Elektronik Kepala Desa dan Menggiatkan Website KIM Desa dengan melombakannya untuk dilakukan penilaian sejak tanggal 7 September – 10 Oktober 2022. Dari hasil penilaian tersebut keluar sebagai Pemenang Pertama Website KIM Desa Pakuniran, Pemenang kedua Website KIM Desa Sumbersari dan Pemenang Ketiga Website KIM Desa Tanah Wulan. Kepada masing-masing Pemenang berikan penghargaan dari Camat Maesan.

    Sementara itu, Asisten AP dan Keuangan Pemkab Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd. M.Si dalam arahanya setelah di dapuk melounching TTE Kepala Desa dan Pengumuman Pemenang Website KIM yang ditandai dengan memencet tombol putar video menyampaikan pentingnya Tanda Tangan Elektronik dalam administrasi Pemerintahan Desa. Sehingga diharapkan dengan adanya TTE Kepala Desa ini pelayanan administrasi di desa dapat dilakukukan secara cepat, mudah dan aman. Penggunaan TTE merupakan tuntutan era digital saat ini, mau tidak mau atau suka tidak suka Pemerintah Desa harus mengikuti perkembangan zaman, termasuk penggunaan Website sebagai media informasi kepada masyarakat. Yang paling penting dalam penggunaannya dilakukan secara bijak dan bertanggungjawab.

    Baca juga :
    https://www.pijarnusantara.com/nusantara/pr-6855167587/waw-kepala-desa-se-kecamatan-maesan-bondowoso-launching-tanda-tangan-elektronik-asisten-beri-apresiasi

    Kegiatan Berkat Desa kali ini, selain mengagendakan Lounching TTE Kepala Desa dan Pengumuman Pemenang Lomba Website KIM,  juga di meriahkan dengan adanya Bazar Produk unggulan Bumdes se Kecamatan Maesan. Dan diakhir acara dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi antara Pendamping Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan yang membahas tentang Pengajuan DD tahap  III dan BLT DD Tahap IV untuk tiga Bulan terakhir pada tahun anggaran 2022 ini. (jf)

  • PELAPAK SUMRINGAH DAN PENGUNJUNG SENANG, GELARAN MINGGU DEPAN DIRANGKAI JALAN-JALAN SEHAT.

    PELAPAK SUMRINGAH DAN PENGUNJUNG SENANG, GELARAN MINGGU DEPAN DIRANGKAI JALAN-JALAN SEHAT.

    Link youtube : https://youtu.be/bQ0ICpHnx3Q

    Car free day atau  CFD di sepanjang 500 meter Jl. Gunungsari depan kantor Desa Penanggungan kembali digelar dengan kunjungan yang semakin membludak, Minggu (09/10/2022).  Sejak pertama digelar sebulan lalu, CFD yang berjuluk Car Free Day Penanggungan Hebat ini, selalu dibanjiri oleh para pelapak dan pengunjung. Kunjungan yang membludak ini tentu membuat para pedagang kuliner yang tergabung dalam Kelompok Pedagang CFD Penanggungan Hebat menjadi semringah.

    Para pelapak berharap agar CFD ini dapat digelar secara rutin. Sebab, momen CFD merupakan kesempatan bagi dirinya, untuk mendapat penghasilan lebih. Sedang bagi para pengunjung, gelaran CFD ini dapat dijadikan sarana wisata keluarga.

    Adanya kegiatan CFD Penanggungan Hebat, dapat dijadikan kesempatan emas bagi para pedagang untuk menjual produk-produknya. Mereka berharap CFD Penganggungan Hebat ini, bisa berlanjut terus supaya bisa membantu meningkatkan pendapatan mereka.

    Menurut salah satu pelapak, dalam acara CFD Penanggungan Hebat kali ini, antusias masyarakat cukup tinggi. Ia pun kecipratan rezeki karena jualannya banyak yang membeli. Bahkan, dalam rentang waktu dari pukul 06.00-09.00 WIB, dagangannya sudah habis terjual.

    Sementara itu bagi para pengunjung CFD Penanggungan Hebat, kegiatan ini dapat dijadikan ajang rekreasi keluarga yang murah dan meriah. Karena mereka dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk sekedar jalan-jalan  ataupun menikmati jajanan tradisional bersama keluarga. Bahkan dalam CFD juga diadakan kegiatan senam gembira bersama yang dipandu oleh instruktur. Selain itu juga ada kegiatan lomba mewarnai bagi peserta didik tingkat PAUD/TK yang digelar rutin dalam beberapa kali gelaran CFD  dan ada hadiah bagi para pemenangnya.

    Selanjutnya berdasarkan informasi dari Sekretariat Bersama, selaku pelaksana kegiatan CFD, untuk minggu depan akan dirangkai juga dengan kegiatan Jalan Jalan Sehat atau JJS. Ada Hadiah dan Doorprize, yang sudah disiapkan oleh Sekretariat Bersama, bagi para peserta JJS. (jf)