Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, melakukan Asesmen penilaian Desa Award dalam rangka Dies Natalis 2024 di Desa Maesan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu, (23/11/2024). Berdasarkan surat LP2M Universitas Jember No. 10354/UN25.3.1/LT/2024 tanggal 12 Nopember 2024, Desa Maesan masuk salah satu Nominator Desa Award 2024. Asesmen penilaian Desa Award 2024 ini di maksudkan untuk memberikan apresiasi terhadap pengelolaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Desa.
Hal itu disampaikan oleh, HERMANTO dan HADI MAKMUR selaku asesor dari LP2M Universitas Jember.
“Desa Award 2024 diadakan juga sebagai bentuk kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa agar pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa dari tahun ke tahun semakin meningkat di bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan bidang pemerintahan Desa” kata HERMANTO
Dalam asesmen yang dilakukan asesor menggali informasi yang telah dilakukan oleh pemerintah desa maesan dan menggali potensi desa yang bisa dikembangkan untuk kemajuan desa. Sedangkan yang menjadi sumber informasi terdiri dari RUDIANTO (Sekdes) dan SEPTA PRAYOGI (operator Desa) bersama beberapa perangkat desa dan kader desa lainnnya, serta di dampingingi oleh JONI FATAHILLAH dan ABDUL MUQSID dari Pendamping Desa Kecamatan Maesan.
Dalam keterangannya, RUDIANTO, Sekretaris Desa Maesan menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Maesan dalam penganggaran di APBDes menfokuskan pada pengembangan UMKM yang memang menjadi sentra kegiatan ekonomi masyarakat selain bidang pertanian. Ada sekitar 72 pelaku UMKM yang ada di Desa Maesan yang sudah disentuh oleh anggaran desa, pada tahun 2024 ini melalui bantuan peralatan usaha UMKM.
“Peralatan yang diberikan merupakan peralatan yang memang dibutuhkan oleh pelaku UMKM, karena merupakan usulan yang disampaikan dalam Musyawarah Desa (Musdes).” katanya.

Sementara itu, SEPTA PRAYOGI, operator Desa menjelaskan tentang rincian penganggaran masing-masing bidang pembangunan, pemberdayaan, pembinaan, program percepatan penurunan stunting dan ketahanan pangan. Dijelaskan bahwa penganggaran dilakukan berdasarkan hasil Musyawarah Desa yang telah dilakukan mualai Penyusunan Daftar Usulan, penetapan RKPDes sampai pada Penetapan APBDes.
“Jadi semua yang dianggarkan merupakan skala prioritas yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat” katanya.
Selain itu, disampaikan pula bahwa pada tahun 2024 ini pemerintah desa maesan memuali pembaangunan Sarana Kegiatan Masyarakat yang akan menjadi pusat kegiatan ekonomi UMKM, Olah Raga dan interaksi sosial Taman Bermain yang berlokasi di Lapangan Desa Maesan.
“Saat ini kami mulai membangun Pusat Sarana Kegiatan Masyarakat tahap pertama yang akan berlanjut pada tahun anggaran ke depan, sehingga proyek ini akan betul-betul terwujud” kata YOGI.
Terkait hal itu, dalqm diskusi, LP2M Universitas Jember memberi masukan masukan yang penting dalam pengelolaan Sarana kegiatan masyarakat di maksud. Pembangunan sarana kegaiatan masyarakat itu hendaknya bisa memberikan multi effect terhadap semua bidang misalnya effek ekonomi, sosial dan budaya, pendidikan dan pembinaan olah raga dan lain-lain.
“Oleh karenanya perlu juga di disain tentang sistem dan tehnik pengelolaannya” kata Asesor HADI MAKMUR.
Optimalisasi pengelolaan saranq yang berkualitas sudah menjadi suatu keharusan, kemudian melakukan inovasi-inovasi, sehingga keberlangsungan dan manfaat sarana kegiatan ini benar-benar tercapai dan dirasakan oleh masyarakat.
Dengan kegiatan Desa Award ini, Pihak LP2M Universitas Jember berharap ke depan agar pemerintah desa dapat bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi untuk membuat konsep-konsep pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.(jf)

Tinggalkan Balasan