Blog

  • MUSDES PENYUSUNAN RKP DESA, BERJALAN DINAMIS.

    MUSDES PENYUSUNAN RKP DESA, BERJALAN DINAMIS.

    Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) sesi pagi hari ini, Selasa (30/08/2022) yang menjadwalkan Desa Suger Lor dan Desa Sumbersari berlangsung secara dinamis. Peserta musyawarah sangat antusias menyampaikan tanggapan dan usulan terhadap riview RPJMDes dan Daftar Usulan Prioritas Tahun Anggaran 2022.

    Hal ini bisa dimaklumi karena wacana yang berkembang untuk Tahun Anggaran 2023 tidak ada lagi BLT DD akibat Dampak Covid-19. Jika pada tahun anggaran 2020 – 2022 Pemerintah Desa tidak bisa banyak berbuat karena Anggaran Dana Desa banyak terserap kepada BLT DD akibat dampak covid-19, maka pada anggaran tahun 2023 memungkinkan Pemerintah Desa dapat berbuat lebih banyak untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

    Seperti yang berlangsung di Desa Suger Lor, para peserta musyawarah banyak mengusulkan agar memprioritaskan program kegiatan yang tertunda pada tahun anggaran 2020-2022.
    “Kita berharap program kegiatan tahun depan  memprioritaskan yang sudah pernah dianggarkan pada tahun kemarin, padahal kemarin sudah pernah diukur untuk pembangunan jalan lingkungan dan sudah pendataan untuk bantuan pemberdayaan sampai sekarang belum terealisasi” kata Pak Sulton salah satu peserta musyawarah.

    Sedangkan di Desa Sumbersari, antusiasme peserta musyawarah terlihat dari aktifnya peserta memberikan tanggapan terhadap Rancangan DU RKP Desa yang dipaparkan oleh Tim Penyusun RKP Desa Tahun Anggaran 2023.
    “Rancangan DU RKP Desa ini hasil rivew RPJM Desa, soal prioritas usulan kita musyawarahkan” kata Suharso, Ketua Tim Penyusun RKP Desa Sumbersari.

  • Bimtek Lintas Peran: Wujudkan Desa Lebih Responsif dan Berdaya

    Bimtek Lintas Peran: Wujudkan Desa Lebih Responsif dan Berdaya

    Maesan — Pendamping Desa bersama Pemerintah Kecamatan Maesan, memfasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama secara virtual melalui aplikasi Zoom bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Admin Desa dari seluruh desa se-Kecamatan Maesan, Selasa, (25/11/2025) di pendopo Kantor Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Penetapan tempat zoom bersama ini merupakan hasil koordinasi antara Pendamping Desa, Pemerintah Kecamatan, KPM dan Pemerintan Desa Gunungsari. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI Nomor B-256/PDP.02.01/XI/2025 tanggal 18 November 2025 tentang Bimbingan Teknis Pelaku di Desa dengan Modul Dasar Terpadu.

    Bimtek dilaksanakan untuk memastikan seluruh pelaku di desa memahami tugas, peran, serta mekanisme kerja berdasarkan modul dasar terpadu yang menjadi pedoman nasional dalam peningkatan kualitas layanan desa, terutama pada bidang kesehatan, pemberdayaan keluarga, serta pengelolaan data pembangunan.

    Kepala Desa Gunungsari  Ahmad Saiful Rizal, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kepada Desa Gunungsari sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini merupakan komitmen pemerintah dalam meneruskan arahan pusat secara cepat dan terstruktur.  Lebih lanjut dia menegaskan bahwa instruksi dari Dirjen PD PDT perlu ditindak lanjuti dengan serius. “KPM, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, dan Admin Desa memiliki peran strategis dalam memastikan keberhasilan program pembangunan manusia di tingkat desa” ujarnya.

    Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan ini berjalan lancar dan seluruh peserta mengikuti dengan antusias.

    Dengan terselenggaranya Bimtek ini, diharapkan para pelaku desa dapat menerapkan nilai-nilai dan keterampilan yang diperoleh, sehingga pembangunan desa, khususnya dalam bidang kesehatan dan pembangunan manusia, dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.(jf)

  • Penyaluran BLT DD Kemiskinan Ekstrem Tahap 3 Tahun 2025 Desa Maesan

    Penyaluran BLT DD Kemiskinan Ekstrem Tahap 3 Tahun 2025 Desa Maesan

    Pemerintah Desa Maesan, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Kemiskinan Ekstrem Tahap 3 untuk periode bulan Juli hingga September Tahun Anggaran 2025, kepada 32 warga yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

    Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, (2/10/2025), bertempat di Balai Desa Maesan. Total penerima bantuan pada tahap ini sebanyak 32 KPM, dengan masing-masing menerima sebesar Rp300.000 per bulan, sehingga total yang diterima per KPM untuk tiga bulan adalah Rp 900.000

    Kepala Desa Maesan, Suharyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak kemiskinan ekstrem, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
    “Saya harap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari”, ujarnya

    Penyaluran dilakukan secara langsung dan berjalan tertib dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta akuntabilitas. Penyaluran BLT DD Kemiskinan ekstrin kepada KPM itu dihadiri oleh pihak kecamatan, Babinsa, Babinkamtimas dan  pendamping desa untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.(jf)

  • KARNAVAL BUDAYA, MERIAHKAN HUT RI KE 79 KECAMATAN MAESAN

    KARNAVAL BUDAYA, MERIAHKAN HUT RI KE 79 KECAMATAN MAESAN

    Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, menggelar Karnaval Kemerdekaan dengan tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju” pada hari Rabu, 21 Agustus 2024. Acara ini berlangsung dengan semarak disepanjang Jalan Poros Jember – Bondowoso, mengambil start di lapangan Sumbersari Maesan dan finish di kantor Desa Pakuniran, menampilkan berbagai atraksi budaya dan pertunjukan yang mengesankan. Karnaval budaya ini menampilkan berbagai atraksi yang mencerminkan keragaman budaya dan tradisi.


    Camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos. M.M,  mengatakan bahwa karnaval merupakan kegiatan inti Peringatan HUT RI ke 79 di kecamatan Maesan dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

    Selain menjadi hiburan bagi warga, karnaval ini juga merupakan kesempatan untuk menunjukkan kekayaan budaya kita dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap desa, mengingat seluruh desa di kecamatan Maesan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain itu peserta juga berasal dari lembaga pendidikan serta kelompok masyarakat lainnya.
    “Selain kegiatan karnaval, Pemerintah kecamatan Maesan juga melaksanakan kegiatan lomba-lomba, tasyakkuran kemerdekaan, upacara bendera dan di akhir bulan agustus akan dilaksanakan acara resepsi dan penganugerahan piala kepada para juara lomba” kata DWI WAHYUDI.

    Acara karnaval Budaya ini juga membawa berkah tersendiri bagi pedagang kecil.

    Pasalnya, barang dagangan mereka akan laris manis dibeli oleh masyarakat yang memadati lokasi karnaval.
    Selain pertunjukan budaya, acara ini menjadi wadah untuk UMKM yang menjual berbagai produk-produk lokal. Sehingga tidak hanya menjadi ajang promosi bagi para pengusaha kecil di kecamatan Maesan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati dan membeli produk-produk asli dari masyarakat.

    Sementara itu, HARMUZULKIFLI, S.P, Ketua Panitia HUT RI 79 Kecamatan Maesan mengungkapkan rasa bangga kepada para peserta atas partisipasi yang penuh antusias, dengan mengenakan kostum-kostum tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.

    “Saya melihat antusiasme warga dalam mengikuti dan menyaksikan karnaval ini sangat tinggi. Kami selaku panitia berharap karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ungkap Oky panggilan Kasi PMD Kecamatan Maesan ini.

    Lebih lanjut, dia berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda tahunan yang lebih meriah setiap tahunnya. Karnaval budaya ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan masih sangat kuat di hati masyarakat, terutama dalam menjaga persatuan, kebersamaan, dan identitas budaya lokal.(jf)

  • UPACARA BENDERA HUT RI KE 79, MOMENTUM SEMANGAT PERJUANGAN DAN KEGOTONG-ROYONGAN

    UPACARA BENDERA HUT RI KE 79, MOMENTUM SEMANGAT PERJUANGAN DAN KEGOTONG-ROYONGAN

    Hari bersejarah bagi seluruh masyarakat, saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia meriahkan langit biru di Lapangan Sumbersari Maesan, Sabtu, (17/08/2024). Dengan semangat kebangsaan yang berkobar, acara Upacara Bendera menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan merajut masa depan yang lebih gemilang.

    Di bawah langit biru nan cerah, bendera merah putih dengan gagah berkibar. Di sinilah Indonesia berdiri kokoh, di tengah-tengah warga yang tak pernah berhenti berjuang untuk cita-cita luhur. Perayaan ini tidak sekadar suatu acara, melainkan upaya nyata untuk menjaga api semangat kebangsaan tetap berkobar, menyatukan beragam lapisan masyarakat dalam ikatan persatuan dan cinta tanah air.

    Hadir dalam acara Upacara Bendera tersebut, Camat Maesan serta jajarannya, Kepala Desa se-kecamatan Maesan, PNS, Kapolsek serta jajarannya, Danramil serta jajarannya, perwakilan sekolah-sekolah, dan para veteran pejuang kwmerdekaan.

    Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos.MM, Komandan upacara, SERMA M. RUDIYANTO dari KORAMIL 0822/07 Maesan, Perwira upacara, SERMA FIKI ALFIANSYAH, dari KORAMIL Maesan,  Pasukan Pengibar Bendera dari siswa-siswi SMKN 1 Maesan, SMK Sabilil Muttaqin dan MA Miftahul Ulum.

    Dalam amanatnya, camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos. MM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan tekad untuk menghormati perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan dan juga menjadi bukti nyata persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun bangsa.

    “Mari kita senantiasa menjaga persatuan dan menjalin kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan, bergotong royong demi tercapainya cita-cita bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur” tandasnya.

    Kemeriahan acara tersebut tak hanya mengingatkan kita pada perjuangan yang telah dilalui, tetapi juga menggambarkan semangat persatuan dan kerja sama yang menguatkan masyarakat. Kehadiran unsur-unsur penting dalam acara tersebut, mulai dari instansi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga pendidikan, dan unsur masyarakat lainnnya, memberikan pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi untuk membangun masa depan yang lebih cerah.

    Peringatan HUT RI ke-79 di Kecamatan Maesan adalah bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tak pernah luntur. Dalam setiap langkah dan tiap detak jantung, Indonesia terus maju. Sejarah yang diwariskan oleh para pahlawan menjadi tonggak peradaban, menginspirasi generasi muda untuk terus berusaha, berkreasi, dan berdedikasi demi masa depan yang lebih gemilang.(jf)

  • TASYAKKURAN HUT RI, WUJUD UNGKAPAN RASA SYUKUR

    TASYAKKURAN HUT RI, WUJUD UNGKAPAN RASA SYUKUR

    Sebagai salah satu ungkapan rasa syukur memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Pemerintah Kecamatan Maesan menggelar kegiatan tasyakuran dan doa bersama di Pendopo Kantor Kecamatan Maesan, Jum’at (16/8/2023). Hadir dalam acara tersebut Camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos. MM beserta seluruh jajaran MUSPIKA Kecamatan Maesan, Kepala Desa se Kecamatan Maesan, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK se Kecamatan Maesan, Rois Syuriah MWCNU Mesan, KH. Ahmad Zaini beserta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Jajaran Korwil Pendidikan Kecamatan Maesan, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, Pendamping Desa dan Tokoh-tokoh lainnya.

    Dalam sambutan tasyakkuran, Camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos.MM., mengungkapkan bahwa sudah menjadi tradisi setiap tahun saat malam  tanggal 17 Agustus diadakan tasyakuran baik di tingkat pusat sampai ke daerah bahkan sampai ke tingkat RT.

    “Ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena tanpa adanya kemerdekaan, kita tidak akan pernah bisa merasakan hidup sebagai bangsa dan masyarakat merdeka seperti sekarang ini, “ terangnya.

    Menurut DWI WAHYUDI, kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini tidak terlepas dari rakhmat dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang disertai perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari para penjajah. Bahkan di kantor kecamatan Maesan berdiri sebuah tugu perjuangan POLRI, yang menunjukkan bahwa di Maesan merupan basis perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaan, terutama dalam agresi militer ke 2 pada tahun 1947.

    “ Saya berharap, Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ini jangan dipandang sebagai kegiatan seremonial, rutinitas dan kewajiban belaka, sehingga seolah hadir tanpa tanpa makna. Akan tetapi hendaknya dipandang sebagai moment penting dan sangat menentukan bagi perjalanan hidup bangsa Indonesia, dengan memanjatkan do’a bersama agar bangsa Indonesia diberikan kekuatan oleh Allah SWT, dalam upaya mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Selain itu, juga sebagai wahana introspeksi dan retrospeksi atas apa yang telah dicapai di masa-masa kemerdekaan, “ pesannya.

    Acara tasyakkuran selanjutkan dirangkai dengan Pembacaan Tahlil Bersama yang dipimpin oleh Rois Syuriah MWCNU Maesan, KH. AHMAD ZAINI dan Pembacaan Sholawat Nabi Bil Qiyam yang dipandu oleh Jam’iyatul Hadrah Darul Muwahhidin Gambangan. Kemudian acara ditutup dengan Pembacaan do’a oleh KH. ABDUL MUQID. Setelah acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan Ngopi Bareng bersama Pj Bupati Bondowoso melalui media zoom meeting. (jf)

  • SEKILAS LIKA-LIKU HISTORIS BUMDESA BERSAMA PRAKARSA DESA KECAMATAN MAESAN

    SEKILAS LIKA-LIKU HISTORIS BUMDESA BERSAMA PRAKARSA DESA KECAMATAN MAESAN

    TAHUN 2018
    Dasar Hukum : Permendes no. 4 th 2015, tentang Pembentukan, Pengelolaan dan Pembubaran Bumdes dan Bumdesma
    – Membnetuk bumdesma melalui MAD pada 12 September 2018  dengan kesepakatan penyertaan modal masing2 desa 5 jt pada tahun anggaran 2019
    – Kepengurusan stagnan mengingat terjadi wabah covid 19 sehingga Desa memgalihkan anggaran penyertaan modalnya

    TAHUN 2020
    Dasar hukum : Permendea no. 15 th 2021, tentang Tata cara Pembentukan Pengelola Kegiatan Dana Beegulir Masyarakat Eks PNPM menjadi Bumdesma
    – Mengadakan MAD bersama eks PNPM pada 23 Juli 2020 dengan meagendakan  upaya  pembentukan Bumdesa bersama dengan mengkolaborasikan UPK dengan Pengurus Bundesma yang ada.
    – Tidak terjadi kesepakatan sehingga UPK berjalan sendiri dan kepengurusan Bumdesma yang ada tetap stagnan

    TAHUN 2022
    Dasar Hukum : PP 11 th 2021 tentang Bumdesa
    – Memgadakan MAD  pada tanggal 10 Agustus 2022 dengan agenda transformasi terbatas Eks UPK PNPM dengan memasukkan menjadi salah satu unit usaha Bumdesma yang telah terbentuk
    – Menyepakati penyertaan modal 55 jt masin-masing  Desa pada th anggaran 2023

    TAHUN 2024
    – Mengadakan MAD pada tgl 26 Juni 2024 dengan mengagendakan Revitalisasi Pengurus, Perubahan AD/ART dan Laporan Pertanggungjawaban unit perguliran/simpan pinjam.
    – Menyepakati revitalisasi Pengurus  Bumdesma sesuai struktur pada lampiran permakades
    – Merevisi AD/ART dengan menyesuaikan regulasi yang ada untuk p3ngurusan badan hukum
    – Mengadakan MAD Khusus untuk menyamakan persepsi dan tehnis pengelolaan Modal dan Aset.

  • KADER PEMBANGUNAN MANUSIA (KPM) ANTUSIAS IKUTI BIMTEK e-HDW

    KADER PEMBANGUNAN MANUSIA (KPM) ANTUSIAS IKUTI BIMTEK e-HDW

    Electronic Human Development Worker (e-HDW) Merupakan tools pendataan, pengumpulan,pemantauan, pencatatan dan pelaporan pada sasaran rumah tangga dalam pencegahan stunting di desa. Aplikasi eHDW merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Desa PDTT dengan dukungan Bank Dunia untuk membantu melakukan perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian (monitoring dan evaluasi) terhadap pelaksanaan program konvergensi stunting di tingkat desa. Penanganan stunting telah ditetapkan sebagai salah satu isu sekaligus program prioritas nasional. Percepatan Penurunan Stunting membawa konsekuensi terhadap kebutuhan penyesuaian pada aplikasi e-HDW, seperti dalam hal penambahan kelompok sasaran layanan baru dalam pencegahan stunting (yaitu remaja puteri serta calon pengantin dan pasangan usia subur) serta penyesuaian kembali lingkup layanan bagi masing-masing kelompok sasaran termasuk kelompok anak usia 24–59 bulan.

    Bertempat di Aula Kantor Desa Maesan Kecamatan Maesan, Kamis (12/10/2023) telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Aplikasi e-HDW untuk Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari 2 kecamatan yaitu KPM Desa Kecamatan Maesan dan Kecamatan Grujugan. Kegiatan diinisiasi oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Maesan dan dihadiri dari unsur Pemerintah Kecamatan Maesa , Kader Pembangunan Manusia (KPM) 23  orang dari 2 kecamatan, Pendamping Lokal Desa dan Pendamping Desa Kecamatan Maesan dan Grujugan 7 orang, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bondowoso, termasuk Koordinator TPP Kabupaten sebanyak 3 orang.

    Joni Fatahillah, Koordinator TPP Kecamatan Maesan, atas nama pelaksana kegiatan dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada Pemerintah Desa Maesan yang telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan ini dan terhadap seluruh KPM atas kesemangatannya mengikuti kegiatan.
    “Kegaiatan ini merupakan bentuk peningkatan kapasitas KPM dan bimbingan teknis penggunaan e-HDW bagi KPM dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Maesan, Suharyono juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pihak Kecamatan dan Pendamping Desa untuk melaksanakan kegiatan ini di Desa Maesan. “Mohon ma’af apabila ada kekurangan dalam pelaksanaannya” katanya.

    Harmuzulkifli, Kasi PMD Kecamatan Maesan atas nama  Camat Maesan yang di dapuk membuka kegiatan ini menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini yang pelaksanaannya diinisiasi oleh Pendamping Desa.
    “Harapannya setelah mengisi aplikasi e-HDW dapat menjadi bahan pengambil kebijakan pemerintah mulai dari tingkat desa sampai pusat”. harapnya.

    Materi e-HDW disampaikan oleh Alifatul Laili,  Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bondowoso yang  menyampaikan, Kebutuhan e-HDW sangat penting bagi desa, bagian kebutuhan administrasi yang dibutuhkan oleh desa. “Input data di e-HDW menyangkut Keluarga Sasaran mulai dari Nama Kepala Keluarga, RT, RW, Alamat, Desa Domisili, Dusun Domisili, Nomor KK, serta data-data lainnya yang dibutuhkan terkait konvergensi stunting” katanya.

    Selanjutnya dalam memberikan bimbingan teknis e-HDW, dia  menjelaskan mulai dari cara registrasi, login sampai input data yang dibutuhkan dan didampingi oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.

    Sementara itu, Hadi Prayitno, Koordinator TPP Kabupaten Bondowoso dalam arahannya menyampaikan bahwa data yang diinput harus betul-betul data riil yang ada dilapangan.
    “Input data di e-HDW merupakan salah satu tugas KPM, dan masih banyak tugas lainnya yang harus dilakukan oleh KPM” katanya.

    Oleh karena itu, dia berharap kegiatan Peningkatan Kapasitas KPM perlu terus dilakukan, kalau perlu diusulkan kepada pemerintah desa dalam anggaran di APBDes. Apalagi siklus saat ini sedang dilakukan tahapan perencanaan desa. Diakhir kegiatan juga diserahkan sertifikat bagi seluruh peserta Bimtek yang diserahkan langsung oleh Koordinator TPP Kabupaten Bondowoso dan didampingi oleh Koordinator TPP Kecamatan Maesan. (jf)

  • KEPALA KPPN ; PENYALURAN DANA DESA HAL MUDAH, ASAL…..?

    KEPALA KPPN ; PENYALURAN DANA DESA HAL MUDAH, ASAL…..?

    Kegiatan Rutin Berkat Desa (Belajar Bersama Perangkat Desa) Kecamatan Maesan, menghadirkan Kepala KPPN Bondowoso untuk Sosialisasi PMK Nomor 201 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Dana Desa, Senin, (04/09/2023) di Pendopo Kantor Desa Gunungsari Kecamatan Maesan. Hal ini dalam rangka mendorong peningkatan pemahaman tentang Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa di Kecamatan Maesan.

    Menurut, HENDRI HAIRUL IMAM, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Maesan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan yang menargetkan Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai Pengelola Dana Desa, merupakan kegiatan rutin bulanan yang di gagas oleh Pendamping Desa telah berlangsung sejak tahun 2018, sebagai wadah Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahmi antar Pemerintah Desa, karena tempatnya yang berpindah-pindah antar Desa se kecamatan Maesan, serta dijadikan pertemuan koordinasi antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Pendamping Desa untuk membahas program kegiatan di desa.
    “Kegiatan Berkat Desa ini, ajang silaturrahmi dan koordinasi antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Pendamping Desa yang di gelar setiap bulan” kata HENDRI, menjelaskan kepada Kepala KPPN Bondowoso.

    Dalam kegiatan Berkat Desa kali ini, mengagendakan tiga pokok bahasan yaitu Sosialisasi Penyaluran/Pengelolaan Dana Desa, Evaluasi Realisasi DD Tahap II dan Koordinasi Pelaksanaan Tahapan Perencanaan Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2024

    Sementara itu, A. BUDI DARYANTO, Kepala KPPN Bondowoso, dalam paparan sosialisasinya memberikan pemahaman lebih dalam, mengenai Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa pada peraturan terbaru, khususnya terkait dokumen persyaratan dan batas waktu pengajuan ke KPPN. Dana Desa adalah merupakan bagian transfer ke daerah yang diperuntukkan bagi desa dengan tujuan untuk mendukung pendanaan pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kemasyarakatan. Kelancaran dan kesuksesan penyaluran Dana Desa membutuhkan koordinasi dan komitmen berbagai pihak, seperti Pemerintah Daerah dan KPPN sebagai penyalur Dana Desa.
    “Sebenarnya proses penyaluran Dana Desa itu mudah, asal semua persyaratannya terpenuhi” katanya.

    Dengan begitu, Dana Desa dan BLT Dana Desa di dalamnya dapat tersalurkan dengan cepat bahkan sebelum batas akhir periode penyaluran yang ditetapkan dalam peraturan, agar dapat sesegera mungkin digunakan oleh desa penerima manfaat.

    “Harapannya, Dana Desa yang disalurkan oleh KPPN dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarpras desa, dan pengembangan potensi desa” jelasnya.

    Selain itu, ERNAWATI, Pejabat  Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSM) KPPN Bondowoso menyampaikan dalam proses penyaluran Dana Desa ini sudah memggunakan sistem online, sehingga bagi desa yang akan melakukan pengajuan penyaluran Dana Desa tidak perlu lagi datang ke kantor KPPN.
    “Desa hanya perlu berkoordinasi dengan Dinas terkait dalam hal ini DPMD untuk pengajuan penyaluran dengan melakukan input perayaratan di aplikasi OMSPAN” katanya.

    TPP Maesan saat melakukan koordinasi tahapan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2024

    Lebih lanjut, ERNAWATI, juga menyampakan langkah-langkah strategis yang harus dilakukan dalam proses penyaluran Dana Desa, yaitu :Penerbitan syarat salur Surat Kuasa Pemindahbukuan Dana Desa, Daftar RKD, dan Perdes APBDes;  Menyampaikan dokumen persyaratan dan permintaan penyaluran sebelum batas akhir waktu yang ditetapkan; Permintaan penyaluran Dana Desa tidak perlu menunggu semua Desa sudah siap, desa-desa yang sudah layak salur agar diajukan permintaan penyalurannya ke KPPN; Kesesuaian antara jumlah KPM yang direkam pada aplikasi OMSPAN dengan Peraturan Kepala Desa atau Keputusan Kepala Desa mengenai penetapan KPM; Segera melaporkan penerima KPM BLT Desa dan sesuai dengan jenis profesinya; Menjaga validitas data dengan cara melakukan interkoneksi SISKEUDES dengan aplikasi OMSPAN. Dan diakhir penjelasannya, dia menyampaikan langkah strategis yang terakhir dengan menghindari perilaku koruptif dan fraud dalam pengelolaan Dana Desa.
    “Mari kita senantiasa meningkatkan integritas diri dalam mengelola keuagan negara” pungkasnya. (jf)

  • DUA KEPALA DESA TERLIBAT PERKELAHIAN USAI UPACARA BENDERA HUT RI KE 78 KECAMATAN MAESAN.  ADA APA….?!

    DUA KEPALA DESA TERLIBAT PERKELAHIAN USAI UPACARA BENDERA HUT RI KE 78 KECAMATAN MAESAN. ADA APA….?!

    Dua Kepala Desa di Kecamatan Maesan,  terlibat perkelahian usai gelaran Upacara Bendera HUT RI ke 78 Kecamatan Maesan yang berlangsung di Lapangan Desa Sumbersari Kecamatan Maesan, Kamis, (17/08/2023). Kedua Kepala Desa itu adalah KUSNADI, Kepala Desa Suger Lor dan IMAM NAWAWI, Kepala Desa Pakuniran.

    Kedua Kepala Desa awalnya terjadi cekcok mulut terkait lomba antar desa yang dilaksanakan di kecamatan Maesan. Masing-masing kepala desa saling melontarkan kata-kata bernada perang urat syaraf terkait lomba antar desa baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan. Keduanya sama sama berseloroh untuk memenangkan lomba antar desa yang dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan maesan.

    Sebagaimana diketahui dalam rangka memperingati HUT RI ke 78, Pemerintah Kecamatan Maesan mengadakan lomba antar desa diantara, Lomba Kebersihan dan Tata Kelola Pemerintah Desa, Lomba Bola Volly antar Perangkat Desa, dan Lomba Carnaval Budaya. Penilaian Lomba Kebersihan dan Tata Kelola Pemerintah Desa sudah dilakukan pada 7 – 15 Agustus 2023 kemarin namun untuk pemenangnya belum diumumkan, sedangkan Lomba Bola Volly antar Perangkat Desa baru akan dimulai besok,  18 – 24 Agustus 2023 dan Lomba Karnaval Budaya baru akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2023.
    Sontak peristiwa perkelahian kedua kepala desa itu mengagetkan semua peserta upacara, tak terkecuali para peserta yang berada di tenda kehormatan, yang diantara terdapat H. Tohari, S.Ag, Ketua F-PKB DPRD Bondowoso, KH. A. Zaini, Rais Syuriah MWCNU Maesan, Para Kepala Desa Se Kecamatan Maesan, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Pimpinan Organisasi, Ketua Panwascam, Pendamping Desa dan Anggota Forum Komunikasi Kecamatan yang hadir secara lengkap, baik Camat, Kepala KUA, Danramil maupun Kapolsek Maesan yang saat itu bertindak sebagai Pembina Upacara.

    Kegaduhan perkelahian kedua Kepala Desa di tenda kehormatan terjadi ketika Kapolsek Maesan, AKB AGUS  UTOMO H. S.H, baru turun dari panggung pembina upacara dan menuju tenda kehormatan.
    Begitu Kapolsek Maesan sampai di tenda kehormatan dan bersalaman dengan para tamu undangan, cekcok mulut antara kedua Kepala Desa mulai terjadi dan pada akhirnya terjadi dorong mendorong antara kedua kepala desa itu, sedangkan kepala desa yang lain berusaha untuk melerai keduanya, ada yang memegangi Kepala Desa Suger Lor dan ada yang memegang Kepala Desa Pakuniran. Suasana seperti itu terjadi sampai ke tengah lapangan. Tak pelak muncul teriakan kekagetan para peserta upacara yang saat itu masih dalam posisi berbaris karena belum di bubarkan oleh komandan upacara. Ditengah kegaduhan itu, MULYADI, Kepala Desa Sumberpakem, diikuti beberapa kepala desa lainnya berlari menuju Kapolsek Maesan dan minta pertanggungjawaban sebagai penanggungjawab keamanan dan ketertiban. Kapolsek Maesan yang saat itu baru selesai melaksanakan tugas sebagai pembina upacara tampak kebingungan dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

    Ditengah kebingungan Kapolsek Maesan, tiba-tiba terdengar lantunan lagu SELAMAT ULANG TAHUN milik Group Band Jamrud dan Narasi Ucapan SELAMAT ULANG TAHUN dari soundsystem.

    PRANK…….!
    Ternyata peristiwa perkelahian antar dua kepala desa itu hanya prank sebagai kejutan dari para Kepala Desa kepada Kapolsek Maesan, AKP AGUS UTOMO H, S.H yang hari ini 17 Agustus lagi berulang tahun dan specialnya bersamaan dengan Purnatugasnya sebagai anggota kepolisian dan besok memasuki masa MPP.
    “Saya sampai kaget dan akhirnya bercampur haru atas kejutan pada hari ini” ungkapnya.

    Dia juga mengucapkan terima kasih atas kejutan ini, ucapan ulang tahun dan hadiahnya dari beberapa pihak pada dirinya. Dia berharap tetap terjalian tali silaturrahmi dan persaudaraan dimanapun dan sampai kapanpun.

    “Kejutan ini memang di setting sepecial buat Bapak Kapolsek sebagai kenang-kenangan dari para Kepala Desa kecamatan maesan” kata KUSNADI kepala Desa Suger Lor.
    Dalam kesempatan itu, Kepala Desa se Kecamatan Maesan juga memeberikan hadiah dan kenangan untuk KAPOLSEK Maesan. (jf)

  • MANTAP……!!! DESA -DESA DI KECAMATAN MAESAN BERPARTISIPASI DALAM LOMBA DESA WISATA

    MANTAP……!!! DESA -DESA DI KECAMATAN MAESAN BERPARTISIPASI DALAM LOMBA DESA WISATA

    Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2023 di Kota Pariaman, Sumatera Barat pada 11 Agustus 2023. Untuk menyukseskan dan menyemarakkan lomba desa wisata tersebut, Kemendes PDTT  melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Termasuk para Tenaga Pendamping Profesional yang merupakan bagian dari Kementrian Desa PDTT   berperan aktif membantu menyebarluaskan dan mengampanyekannya kepada masyarakat desa atau nagari.

    Oleh karenanya setiap Tenaga Pendamping Desa Perofesional digerakkan untuk mempublikasikan kegiatan ini mulai dari tingkat Kornas, KPW, TA, PD dan PLD. Tak terkecuali Tim Tenaga Pendamping Desa Profesional Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 3 Pendamping Desa dan 3 Pendamping Lokal Desa juga mempublikasikan dan mengkampanyekan Lomba Desa Wisata yang dilaksanakan oleh Kementrian Desa PDTT.

    Menurut JONI FATAHILLAH, Pendamping Desa Kecamatan Mesan yang sekaligus menjabat Koordinator Kecamatan mengatakan, telah menginstruksi kepada semua anggotanya untuk mempublikasikan Lomba Desa Wisata ini, terutama kepada Desa Dampingannya masing-masing. Publikasi dilakukan melalui semua media sosial yang ada.
    “Kita sudah menginstruksikan kepada PD dan PLD serta Pemerintah Desa Dampingan untuk memviralkan kegiatan ini” katanya.

    Mengingat, dalam lomba Desa Wisata ini, Kemendes PDTT mensyaratkan bahwa peserta yang ikut ialah desa-desa yang memiliki wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing daerah, maka Desa dikecamatan Maesan hanya dapat berpartisipasi dalam mempublikasikan dan mengkampanyekan Lomba Desa Wisata ini. Karena tidak ada BUMDes yang mengelola Destinasi Wisata di kecamatan Maesan. Sebagian BUMDes di Kecamatan Maesan bergerak di bidang Jasa, Peternakan, Pertokoan, Kuliner dan UMKM. (jf)