Blog

  • PEKAN PERTAMA 7 DESA DI KECAMATAN MAESAN LAKUKAN PENYALURAN BLT DD

    PEKAN PERTAMA 7 DESA DI KECAMATAN MAESAN LAKUKAN PENYALURAN BLT DD

    Hingga sabtu, (06/08/2022) sudah 7 Pemwrintah Desa di Kecamatan Maesan yang mwnyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap 3 untuk bulan Juli-Agustus tahun anggaran 2022 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ke 7 Pemerintah Desa itu yakni Desa Suco Lor  225 KPM,  Pujer Baru 151 KPM, Maesan 110 KPM, Suger Lor 127 KPM,  Sumbersari 157 KPM, Sumberpakem 130 KPM, dan Desa Pakuniran 113 KPM, sehingga total 1.013 KPM di Kecamatan Maesan yang telah menerima BLT DD. Sedangkan 5 Desa lainnya di kecamatan Maesan yang belum menyalurkan adalah Desa Tanah Wulan, Gambangan, Sumberanyar, Penanggungan dan Gunungsari.

     

     

    Menurut Abdul Muqsid, selaku PIC BLT DD TPP Kecamatan Maesan, bagi Pemerintah Desa yang belum menyalurkan BLT DD Tahap 3 bulan Juli-Agustus akan dijadwalkan dalam pekan depan.  Walaupun BLT DD tahap 3 yang sudah masuk di rekening kas desa sampai bulan september, namun untuk pencairan dan penyalurannya kepada KPM disesuaikan dengan bulan berjalan. 
    “Untuk bulan september nanti kita targetkan awal bulan sudah bisa dilakukan pencairan dan penyalurannya kepada KPM” katanya.
     

     

     
     
     
     
     
     
     
    Sementara itu, Joni Fatahillah, selaku Koordinator TPP Kecamatan Maesan menghimbau agar Pemerintah Desa di Kecamatan Maesan untuk segera menyalurkan  BLT DD dan melaporkan realisasinya sehimgga bisa dilakukan persiapan pengajuan pencairan  untuk bulan berikutnya, mengingat anggaran BLT DD bulan September sudah berada di rekening kas desa, sehingga diharapkan awal bulan depan sudah bisa dilakukan pencairan.
    ” Jika realisasi dan pelaporan dapat disegerakan maka awal bulan depan sudah dapat kita fasilitasi untuk pencairan” ujarnya. (jf)

     

  • PENCAIRAN BLT DD TAHAP 3, BERJALAN LANCAR

    PENCAIRAN BLT DD TAHAP 3, BERJALAN LANCAR

    PENCAIRAN BLT DD TAHAP 3, BERJALAN LANCAR 

    Pemerintah Desa se kecamatan Maesan melakukan pencairan secara kolektif Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap 3 Tahun Anggaran 2021 untuk bulan Juli-Agustus dari Bank Jatim di Kantor Kecamatan Maesan, Rabu (3/08/2022). 

    Selanjut Pemerintah Desa akan melaksanakan penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat BLT DD sesuai dengan jadwal yang akan ditentukan oleh Pemerintah Desa. 

    Pada kesempatan itu, Dedy Gusriana, selaku sekcam Maesan menyampaikan bahwa Pencairan secara kolektif dikantor  Kecamatan ini dilakukan untuk mempermudah Pemerintah Desa dalam mencairkan anggaran, mengingat apabila mencairkan di Bank Jatim akan bersamaan dengan pencairan keuangan lainnya. 

    “Pencairan secara kolektif ini akan mempercepat proses pencairan agar Pemerintah tidak mengantri di Bank Jatim, sehingga dapat segera melakukan kegiatan pemerintahan lainnya, mengingat pada saat ini banyak sekali kegiatan di Desa” katanya. 

     

    Sementara Itu, Abdul Muqsid AR selaku PIC BLT DD TPP Kecamatan Maesan menjelaskan bahwa pencairan secara kolektif ini bisa dilakukan berkat kerjasama yang baik Pemerintah Desa dengan Bank Jatim yang di fasilitasi oleh Tim Pendamping Desa Kecamatan Maesan. 

    “Alhamdulillah atas kerjasama yang baik dengan pihak Bank Jatim, proses pencairan BLT DD dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan sistem kolektif untuk semua Desa se kecamatan Maesan” ujarnya. 

     

    Dalam kesempatan itu pula, Joni Fatahillah, Selaku Koordinator Tim Pendamping Desa Kecamatan Maesan menekankan kepada Pemerintah Desa agar segera menyalurkan BLT DD kepada KPM dalam waktu dekat, mengingat sesuai aturan ada batasan waktu dari pencairan anggaran terhadap realisasi kegiatan.

    “Dalam waktu 7 hari kerja seluruh Desa se kecamatan Maesan, diharapkan sudah melakukan penyaluran kepada KPM”. tegasnya.

  • HARI PERTAMA PUASA, PASAR RAMADHAN 1446 H CFD PENANGGUNGAN DI SERBU PEMBELI

    HARI PERTAMA PUASA, PASAR RAMADHAN 1446 H CFD PENANGGUNGAN DI SERBU PEMBELI

    Hari pertama puasa, para penjual Pasar Ramadhan 1446 H,  kawasan  Car Free Day (CFD) Desa Penanggungan yang berlokasi di Jalan Gunungsari depan Kantor Desa Penanggungan dibanjiri pembeli.

    Pantauan lapangan memperlihatkan hampir semua lapak pedagang yang menjual aneka kudapan dan es khas sajian berbuka puasa ramai pembeli.

    Beberapa lapak pedagang yang paling ramai pembeli yaitu pedagang yang menjual aneka es, jus, kue basah dan gorengan.

    Bahkan saking ramainya, para pembeli sampai antre untuk bisa membeli dagangan yang telah mereka pilih.

    “Ini udah sekitar 15 menitan antre. Karena kan banyak yang beli terus antre untuk dapat dilayani” kata  salah satu warga yang sedang membeli takjil di Pasar Ramadhan 1446 H CFD Penanggungan, Sabtu (1/3/2025).

    “Tiap tahun emang beli di sini kalau buat buka puasa,” katanya

    Keberadaan pasar ramadhan 1446 H CFD Penanggungan,  dikatakan para pedagang di sana sudah berlangsung beberapa tahun. Tahun ini direncanakan berlangsung dari 1 – 29 Ramadhan 1446 H, mulai pukul 15.00 – 17.30 WIB setiap harinya.

    “Tahun Sebelumnya pasar Ramadhan berlangsung dari tanggal 1 – 25 Ramadhan, mengingat antusiasme pedagang dan pembeli maka tahun ini dilaksanakan lebih lama sampai tanggal 29 Ramadhan,” kata H. M. Yasin salah Pembina SEKBER CFD Desa Penanggungan.

    Dia mengatakan para pedagang takjil di tempat ini adalah para pelapak CFD yang dilaksanakan setiap hari Minggu di kawasan Jl. Gunungsari Depan Kantor Desa Penanggungan yang merupakan warga Desa Penanggungan dan sebagian dari Desa tetangga.

    “Ini ada sekitar 30 pedagang dan memang warga sini yang dagang dan sebagian ada warga desa tetangga” tuturnya.

    Kegiatan Pasar Ramadhan 1446 H ini diharapkan mampu menggeliatkan perekonomian warga dalam bidang UMKM sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

    “Kita harapkan dengan adanya pasar ramadhan 1446 H di kawasan CFD Penanggungan ini dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM khususnya di desa penanggungan untuk mengembangkan dam meningkatkan usahanya, sehingga pendapatannya bisa meningkat” imbuh H.M. Yasin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BPD Desa Penanggungan ini. (jf)

  • BERKAT DESA ; Permendes 10 Tahun 2025 dan Fokus Penggunaan Dana Desa 2026 penting dalam menetapkan RKPDes 2026

    BERKAT DESA ; Permendes 10 Tahun 2025 dan Fokus Penggunaan Dana Desa 2026 penting dalam menetapkan RKPDes 2026

    Pemerintah Kecamatan Maesan bersama Pendamping Desa, menginisiasi kegiatan Berkat Desa, sebagai wadah peningkatan kapasitas pemerintah desa, pada rabu (17/09/2025) bertempat di Aula kantor desa suger lor kecamatan maesan. Kegiatan berkat desa kali ini mengagendakan pembahasan tentang sosialisasi Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 10 Tahun 2025, tentang persetujuan kepala desa terhadap pinjaman kopdes merah putih kepada bank himbara, fokus penggunaan dana desa tahun 2026, dan penjadwalan pelaksanaan musdes penetapan RKP desa tahun anggaran 2026. Hadir dalam Kegiatan itu, Abdul Aziz, perwakilan Diskoperindag kabupaten Bondowoso, Andiono putra, koordinator TAPM Kabupaten Bondowoso, Harmuzulkifli, mewakili Camat Maesan, kepala desa se-Kecamatan Maesan, ketua KDMP se kecamatan maesan, ketua bumdes se kecamatan maesan dan  pendamping desa.

    Acara ini bertujuan untuk menyampaikan dan mendiskusikan pokok-pokok kebijakan terbaru dari Permendes Nomor 10 Tahun 2025 dan fokus penggunaan dana desa yang menjadi dasar utama dalam penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

    Menurut Andiono Putra, koordinator TAPM Kabupaten Bondowoso, kegiatan ini  penting dalam rangka memahami lebih mendalam terhadap regulasi baru, agar penggunaan Dana Desa tahun 2026 dapat tepat sasaran, sesuai prioritas nasional dan kebutuhan masyarakat desa. “Permendes dan fokus penggunaan dana desa ini menjadi pedoman bersama, agar semua desa di Kecamatan Maesan mampu menyusun dan menjalankan program-program pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan”, ujarnya.

    Selain sosialisasi isi regulasi, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi antar-desa terkait penjadwalan Musyawarah Desa (Musdes) untuk Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026. Pemerintah Kecamatan Maesan dan Pendamping Desa memberikan arahan agar seluruh desa dapat melaksanakan Musdes paling lambat akhir september 2025.

    Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Diskusi interaktif turut mengemuka, terutama dalam hal dana pinjaman KDMP kepada Bank Himbara dan skala prioritas penggunaan Dana Desa 2026.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Maesan dapat menyusun RKPDes secara terencana dan akuntabel, sebagai landasan pelaksanaan APBDes tahun berikutnya.(jf)

  • PASAR DESA ; BERAWAL PUNYA MIMPI, KINI JADI KENYATAAN

    PASAR DESA ; BERAWAL PUNYA MIMPI, KINI JADI KENYATAAN

    Pemerintah Desa Sumberpakem, Kecamatan Kabupaten Bondowoso, melakukan peresmian pasar desa yang telah lama dinanti-nantikan dengan penuh antusiasme oleh warga desa, Rabu, (4/6/2025) malam. Acara peresmian yang berlangsung sederhana namun meriah ini diawali dengan acara Istighotsah untuk keselamatan dan kebarokan pasar yang akan diresmikan, baik bagi penjual maupun bagi pembelinya.
    Usai Istighotsah acara dilanjut peresmian pasar desa yang di tandai dengan pemotongan pita oleh MULYADI,  Kepala Desa Sumberpakem, Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoos. Peresmian pasar desa ini juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat.

    Menurut MULYADI, Kepala Desa Sumberpakem, pasar desa ini merupakan salah satu mimpi yang saat ini bisa menjadi kenyataan.
    “Kita bermimpi untuk membangun pasar desa, sejak saya menjabat Kepala Desa, dan alhamdulillah sekarang sudah jadi kenyataan” ungkapnya.

    Lebih lanjut, MULYADI, menyampaikan bahwa pasar desa yang diresmikan ini merupakan salah satu unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA) Harapan Jaya Desa Sumberpakem, setelah sebelumnya sudah ada unit usaha Pertashop dan Toko Bangunan. Dia berharap dengan adanya pasar desa ini mampu memberikan peluang usaha dan dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat desa. Selain itu dengan adanya pasar desa ini juga dapat menyediakan belanja bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
    “Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk belanja bahan kebutuhan pokok sehari-hari” tandasnya.

    Sementara itu, DIDIK BAHTIAR UTOMO, Staf PMD Kecamatan Maesan dalam sambutan mewakili Camat Maesan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumberpakem dan semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan proyek ini.
    “Atas nama bapak camat Maesan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumberpakem yang telah berhasil membagun pasar desa, yang saat ini menjadi satu-satunya desa dikwcamatan Maesan yang punya pasar desa dan dikelola oleh Bumdes” katanya.

    Hal senada disampaikan oleh, JONI FATAHILLAH, selaku Pendamping Desa Kecamatan Maesan saat diminta memberikan arahan, bahwa pasar desa bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya.
    “Pasar ini bukan hanya sekadar tempat untuk berdagang, tetapi juga simbol kebersamaan dan kegotong royongan  masyarakat” ujarnya.
    Ia juga menambahkan bahwa pasar desa ini diharapkan dapat juga menjadi sumber untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) bagi Pemerintah Desa Sumberpakem melalui Bumdesnya.

    Sejumlah pedagang yang hadir dalam acara peresmian ini menyampaikan kegembiraannya. Salah satu pedagang sayur, Ibu SITI, mengungkapkan harapannya agar pasar ini dapat menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh pembeli. “Dengan adanya pasar baru ini, kami berharap bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya dengan penuh harap (jf)

  • Plt. KEPALA DINAS DPMD BONDOWOSO, APRESIASI KEGIATAN BERKAT DESA DI KECAMATAN MAESAN

    Plt. KEPALA DINAS DPMD BONDOWOSO, APRESIASI KEGIATAN BERKAT DESA DI KECAMATAN MAESAN

    Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso, SIGIT PURNOMO,  menghadiri kegiatan Belajar Bersama Perangkat Desa (BERKAT DESA) se-Kecamatan Maesan, Senin, (7/7/2025) di Pendopo Kantor Desa Maesan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso.  Kegiatan BERKAT DESA merupakan kegiatan rutin bulanan dengan sistem anjangsana antar desa se kecamatan Maesan sebagai wadah peningkatan kapasitas perangkat desa.

    SIGIT PURNOMO, sangat mengapresiasi Kegiatan BERKAT DESA yang dilaksanakan di Kecamatan Maesan. Menurutnya kegiatan ini merupakan Inovasi yang perlu di tularkan kepada kecamatan-kecamatan lain di Bondowoso. Bahkan dia berpesan kepada H. ANDIONO PUTRA, Koordinator TPP Kabupaten Bondowoso  yang turut hadir dalam kegiatan ini, untuk menularkan inovasi ini kepada Kecamatan lain.
    “Kegiatan ini satu-satunya di Bondowoso, bahkan mungkin di Indonesia” tandasnya.

    Kegiatan BERKAT DESA kali ini mengagendakan Review Hasil Monev DD Tahap 1,  pembahasan program ketahanan pangan 20% Dana Desa, Evaluasi Pengajuan Badan Hukum Bumdesa dan Koordinasi Pelaksanaan Musdes Penyusunan DU RKP 2026. Khusus  agenda ketahanan pangan 20% DD ini bertujuan untuk memperkuat upaya desa dalam meningkatkan produksi dan diversifikasi pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

    Lebih lanjut, Plt Kepala Dinas DPMD yang Jabatan Definifnya adalah Kepala BPPD Kabupaten Bondowoso itu menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama kesejahteraan masyarakat desa. “Ketahanan pangan bukan hanya tentang produksi, tapi juga tentang aksesibilitas dan kualitas pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat desa,” ujarnya.

    Program Ketahanan Pangan di Desa menyangkut upaya konkret untuk meningkatkan produksi pangan desa, seperti pengembangan pertanian terintegrasi, peningkatan kapasitas petani, dan pengembangan sistem distribusi pangan yang efektif. Selain itu, dibahas pula tentang strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya diversifikasi pangan dan gizi seimbang.

    Kepala Dinas DPMD mengajak perangkat desa  dan seluruh yang hadir untuk berperan aktif dalam mengimplementasikan program-program ketahanan pangan di desa masing-masing. “Kami berharap dengan kerja sama yang baik antara dinas dan perangkat desa, kita dapat meningkatkan ketahanan pangan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

    Dengan adanya kegiatan BERKAT DESA, diharapkan perangkat desa dapat lebih siap dan efektif untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam pengelolaan pemerintah desa.

    Hadir dalam kegiatan ini, Koordinator TPP Kabupaten Bondowoso, H. Andiono Putra, Kurnia Rahmani, TAPM Wilayah IV Kabupaten Bondowoso, Adi Misyoko, Kasi Pemerrintahan Kecamatan Maesan mewakili Camat Maesan dan seluruh Tim Pendamping Desa Kecamatan Maesan.(jf)

  • TINGKATKAN KAPASITAS DIRI, KPM SE KECAMATAN MAESAN LAKUKAN STUDY TIRU

    TINGKATKAN KAPASITAS DIRI, KPM SE KECAMATAN MAESAN LAKUKAN STUDY TIRU

    Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Maesan, Selasa, (19/11/2024), melakukan Kunjungan Study Tiru Percepatan Penurunan Stunting di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Jawa Timur.

    Rombongan peserta studi tiru diterima dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Yosorati, ABDUL HAMID, Sekretaris camat Kecamatan Sumberbaru, dan di dampingi oleh TAPM Kabupaten Jember, HABIBI SYAKIR, serta Pendamping Desa/Lokal Desa setempat. Sedangkan Rombongan peserta study tiru  dipimpin langsung oleh Camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos. MM diikuti oleh Kasi PMD, HARMUZULKIFLI, Pendamping Desa/Lokal Desa Kecamatan Maesan, Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Maesan dan didampingi pula oleh TAPM  Bondowoso, ALIFATUL LAILIYAH.

    Menurut Kepala Desa Yosorati, ABDUL HAMID, Desa Yosorati adalah peraih penghargaan Rumah Desa Sehat (RDS)  terbaik Provinsi Jawa Timur sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi program penurunan stunting. Penurunan dan pencegahan stunting menjadi progran prioritas Nasional dalam dekade ini. “Oleh karena itu Desa Yosorati menggalakkan dan mengaktifkan RDS  sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi kader-kader percepatan penurunan stunting di Desa” katanya.

    Sementara itu sebelumnya, Camat Maesan, DWI WAHYUDI, dalam sambutan maksud dan tujuan study tiru, mengharapkan setelah selesai Studi Tiru seluruh kader KPM dapat langsung menerapkan program yang cocok diterapkan di Desa-desa se kecamatan Maesan.  “Saya berharap seluruh peserta yang turut pada studi tiru ini, benar-benar mampu menerapkan konsep-konsep yang dipakai di Desa Yosorati ini sesuai dengan kondisi dan potensi di Desa yang ada di kecamatan Maesan” katanya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh KPM  Yosorati,IDA SOELISTIANINGSIH. Dalam materinya, KPM Yosorati menjelaskan secara singkat tentang Rumah Desa Sehat, hingga kegiatan apa saja yang dilakukan  dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama stunting dengan pemberdayaan masyarakat, mulai dari Pertemuan Rutin RDS, program PMT, one day one egg dan <span;>Rembhug Stunting,

    Materi yang disampaikan kemudian dilengkapi dengan tanya-jawab dengan peserta yang di pandu oleh TAPM Kabupaten Jember, HABIBI SYAKIR, Proses diskusi berjalan aktif dan terjadi saling tukar ide dan gagasan  seputar program RDS dan penurunan stunting. Kegiatanpun berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dengan diakhiri sesi foto bersama.

    Selesai acara, peserta Study tiru menyempatkan diri untuk berkunjung ke Destinasi Wisata Gunung Gambir yang lokasinya tidak jauh dari Desa Yosorati.(jf)

  • TUGAS BERAT PENDAMPING DESA,  DI TENGAH DINAMIKA KEBIJAKAN TENTANG DESA

    TUGAS BERAT PENDAMPING DESA, DI TENGAH DINAMIKA KEBIJAKAN TENTANG DESA

    Rapat Koordinasi & Halal Bi Halal Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bondowoso, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia di laksanakan di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Rabu (23/04/2025). Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso, AS’AD YAHYA SYAFI’I, S.E. Ketua DPRD Bondowoso, H. AHMAD DHAFIR, Plt Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso,   ARIES AGUNG SUNGKOWO dan Koordinator TPP Provinsi Jawa Timur, MAGHFURI.

    Kegiatan Halal bihalal ini juga merupakan bentuk silaturahmi seluruh tim tenaga pendamping profesional Kabupaten Bondowoso sekaligus dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi.

    H. ANDIONO PUTRA selaku koordinator TPP Kabupaten Bondowoso  mengatakan, saat ini TPP mempunyai tugas dan tanggung jawab besar dalam mendampingi desa ditengah dinamika regulasi yang dtetapkan oleh Pemerintah Pusat. Selama ini menurut ANDIONO, Desa-Desa di Kabupaten Bondowoso, sudah banyak mengalami perkembangan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES).
    “Salah satunya terkait transparansi anggaran desa, pemerintah desa dikabupaten Bondowoso sudah terbukti dengan memampangkan Banner infografis anggaran desa di tempat-tempat strategis di desanya” katanya.

    Dengan adanya transparansi tersebut masyarakat desa bisa turut melakukan kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan desa. Kedepan masih banyak tugas yang harus dilakukan oleh pendamping desa misalnya terkait Bumdes, pembentukan Koperasi Merah putih dan menjadikan pemerintah desa yang akuntabel.

    Senada dengan Koordinator TPP Kabupaten Bondowoso, MAGHFURI, selaku koordinator TPP Jawa Timur menyampaikan tugas berat pendamping Desa ke depan diantaranya terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Dimana secara regulasi masih perlu adanya singkronisasi dalam prosedur pembentukan dan pelaksanaannya.
    “Koperasi itu dibentuk oleh masyarakat, sedangkan berdasarkan inpres no. 9 tahun 2025 koperasi desa merah putih dibentuk oleh pemerintah desa melalui Musdesus (Musdes Insidental)” katanya.

    Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. AHMAD DHAFIR, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi peran penting  pendamping desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa. Dia sangat memahami bagaimana Pendamping Desa telah mendampingi desa dalam berbagai aspek, mulai dari perencanaan pembangunan, pelaksanaan program, hingga pengawasan penggunaan Dana Desa.

    “Sebagai wakil rakyat, kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pendampingan desa. Kami akan memastikan bahwa kebijakan dan anggaran yang kami buat selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan” ungkapnya

    Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, AS’AD YAHYA SYAFI’I, dalam sambutan dan arahannya mengajak TPP Kabupaten Bondowoso untuk bersama-sama membangun sinergi dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, DPRD, pendamping desa, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kita akan dapat mewujudkan desa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
    Pihaknya berharap untuk TPP Kabupaten Bondowoso  bekerja semaksimal mungkin, untuk peningkatan desa-desa yang ada di Kabupaten Bondowoso.

    “ Pemerintah Kabupaten Bondowoso saat mempunyai tagĺine BONDOWOSO BERKAH, tetapi juga BERKUALITAS ” Tuturnya.

    Ditengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan tagihan janji politik pada pimpinan pemerintah Bondowoso saat in, dia berharap di lapangan harus ada sinkronisasi, kolaborasi dengan berbagai pihak terutama pemerintah daerah dalam hal ini OPD terkait, serta pihak Kecamatan dan pemerintah desa tentunya yang merupakan mitra pembangunan yang ada di desa.
    “Dengan didasari niat yang baik dan tulus dalam melaksanakan tugas, mari kita membangun Bondowoso Berkah dan Berkualitas” pungkasnya.(jf)