Oleh : Nabila Maulidia Fatahillah, M. Ramadhani Rahman, Najwa Kamula (Siswa/siswi MA Unggulan NURIS Jember)
*) Peraih Medali Emas Ajang LKTI Gold Award Research Education Festival 2022
Dapat diketahui kebutuhan bahan bangunan pada bidang pempavingan yang digunakan untuk pemukiman mulai dari rumah sederhana sampai rumah kelas menengah semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan ibukota. Dalam hal ini membutuhkan lapisan penutup seperti paving block yang terbuat dari semen disisi lain paving block yang terbuat dari semen tidak dapat menyerap air terutama di daerah perkotaan. Selain itu, Indonesia adalah negara agraris dimana terdapat banyak komoditas perkebunan. Disamping itu, Indonesia adalah Negara dengan permasalahan sampah terbesar sehingga menyebabkan banjir. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB 2020) menyebutkan, jumlah kasus banjir sebanyak 1.064 kejadian. Maka perlu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat paving berbahan dasar sampah plastik karena sampah plastik mudah didapat, menurut data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Setelah itu, peneliti berinovasi menambah daya efektivitas paving block dengan menambah jerami padi dan ampas tebu, karena jerami padi memiliki kandungan silika 95%, sedangkan ampas tebu memiliki kandungan senyawa silikat (SiO2) juga merupakan bahan utama dari semen biasa (portland). Peneliti berinovasi untuk menambahkan Proses Fotoremediasi yang menggunakan bahan berupaa tanaman Kayu Apu yang bertujuan untuk proses penjernihan air fitoremidiasi. Study yang dilakukan peneliti bertujuan untuk menghasilkan paving yang dapat menyerap air. Study ini menghasilkan produk yang peneliti namakan COPAIG. Metode penelitian yang peneliti lakukan yaitu: 1) observasi 2) referensi 3) proses pembuatan COPAIG. Hasil penelitian ini adalah COPAIG dapat menyerap air sebesar 34%. Diharapkan dengan adanya produk ini dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah dan banjir di Indonesia dan dapat mendukung gerakan Indonesia bersih untuk mendukung program SDgs 2030.
Kata kunci: sampah plastik, jerami padi, ampas tebu,kayu apu
Kebutuhan akan bahan bangunan terutama pada bidang paving yang digunakan untuk pemukiman mulai dari rumah sederhana sampai rumah kelas menengah pada saat ini semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Peningkatan akan kebutuhan infrastruktur untuk menunjang kehidupan seperti gedung, jalan raya, bendungan dan lain-lain. Pada saat ini, yang popular adalah pembuatan taman kota dengan segala pendukungnya seperti untuk bangku taman, jalur pejalan kaki, lintasan jogging atau lintasan sepeda, dalam hal ini membutuhkan lapisan penutup. Lapisan penutup yang umum digunakan untuk beban yang relatif ringan dan mampu untuk mengalirkan air adalah paving block yang terbuat dari agregat halus dan semen sebagai bahan pembuatannya namun dilihat dari sisi lain paving block yang terbuat dari semen tidak dapat menyerap air terutama di daerah perkotaan yang dimana terdapat banyak sekali taman dan gedung-gedung pencakar langit, selain itu paving yang terbuat dari semen dapat meningkatkan suhu udara di lingkungan sekitar.
Disamping itu, Indonesia sendiri adalah negara agraris yang memiliki kekayaan alam dari sektor perkebunan. Berbagai jenis perkebunan yang dapat menjadi komoditas eksport dapat ditemukan di Indonesia seperti tebu, teh, dan sektor pertanian seperti padi dan jagung. Selain itu, dapat diketahui bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan permasalahan sampah plastik terbesar di dunia. Daerah perkotaan di Indonesia dengan tingkat curah hujan yang cukup tinggi dan kurangnya daerah resapan air sehingga menyebabkan genangan air yang dapat mengakibatkan banjir. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB 2020) menyatakan, banjir merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi selama 2020. Jumlah kasusnya sebanyak 1.064 kejadian. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 6.423.072 jiwa terpaksa mengungsi dan sebanyak 370 orang meninggal dunia, hilang 39 orang serta luka-luka 356 jiwa.
Berdasarkan permasalan tersebut, maka perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di daerah perkotaan. Dengan membuat paving yang dapat menyerap air hujan. Salah satu bahan yang dapat dijadikan sebagai paving tersebut ialah sampah plastik. Peniliti memilih sampah plastik karena mudah didapatkan, menurut data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton diantaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sumber yang sama menyebutkan bahwa kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebesar 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik (BPS dan INAPLAS, 2019). Berdasarkan hal tersebut peneliti berinovasi untuk melakukan study penambahan jerami padi dan ampas tebu pada sampah plastik, karena ampas tebu memiliki kandungan senyawa silikat (SiO2) yang juga merupakan bahan baku utama dari semen biasa (portland). Pemanfaatan abu ampas tebu sebagai bahan tambah pembuatan paving block dapat meningkatkan kuat tekan paving block (Indriyanto 2001:43). Sedangkan jerami padi menurut Rahman Sudiyo (2008) menyatakan bahwa jerami padi setelah dipurifikasi memiliki kandungan silika hingga 95%, sedangkan abu terbang memiliki kandungan 90%. Peniliti berinovasi untuk menambahkan konsep fitoremidiasi yang berbahan dasar kayu apu. Kayu apu merupakan jenis tanaman fitoremidiator, yaitu tumbuhan yang memiliki kemampuan mengolah limbah baik berupa logam berat, zat organik maupun anorganik. Kayu apu memiliki potensi dalam menurunkan kadar organik tinggi terutama pada hujan. Berdasarkan banyaknya pernyataan diatas peneliti memiliki sebuah inovasi dengan membuat paving block yang peneliti beri nama COPAIG (Combination Of Three Ingredients For Paving Blocks).
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka tujuan akhir dari penelitian ini yaitu adanya pemanfaatan sampah plastik untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah dan dapat memanfaatkan limbah ampas tebu dan jerami padi yang dapat dijadikan sebagai produk yang bermanfaat bagi penerus bangsa kedepannya. Diharapkan dengan adanya inovasi ini, peneliti berharap dapat belajar lebih banyak tentang pemanfaatan SDA dan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut serta masyarakat juga saling bekerja sama untuk menyukseskan adanya pengolahan paving block menuju Indonesia bersih dan hemat air untuk mendukung gerakan SDgs 2030 ke 6 tentang air bersih dan sanitasi air.
Indonesia telah menyatakan pemindahan Ibu kota Republik Indonesia serta meminta izin kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Rencana pemindahan Ibu kota tersebut telah melalui kajian dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas RI). Permasalahan yang timbul berkaitan dengan pemindahan ibu kota di Indonesia salah satunya perkembangan pembangunan di daerah perkotaan. permasalahan tersebut mengkhawatirkan akan menimbulkan dampak yang signifikan yaitu banjir, yang diakibatkan oleh genangan air di sekitar kawasan tersebut. Hal ini mengakibatkan genangan air di pemukiman lama, karena kawasan tersebut awalnya adalah kawasan terbuka berupa area persawahan yang akan berfungsi sebagai penampungan limpahan air hujan yang belum tertampung oleh badan air penerima pada saat hujan sehingga lahan pertanian menjadi area terbangun akan menyebabkan berkurangnya daerah penampungan dan resapan air.
Pembangunan perkotaan khususnya di daerah Jember kecamatan Sumbersari menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau sebagai tempat meresapnya air hujan ke dalam tanah sehingga terjadi banjir dan genangan air.

Tinggalkan Balasan