Kategori: Uncategorized

  • REKOMENDASI HASIL RAKOR, LANGKAH MENUJU TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK

    REKOMENDASI HASIL RAKOR, LANGKAH MENUJU TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK

    Dalam rangka meningkatkan tata kelola Pemerintahan Desa, Pemerintah Kecamatan dan TPP Kecamatan Maesan mengadakan rapat koordinasi dengan menghadirkan Sekdes, Kaur Keuangan, Operator, Kaur Perenc, dan Tim Pengelola Kegiatan (TP) Desa se Kecamatan Maesan, Selasa (28/02/2023) di Pendopo Kantor Kecamatan Maesan. Rapat membahas tentang Evaluasi hasil Pemeriksaan Inspektorat yang telah dilakukan bebarapa waktu yang lalu dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan APBDES Tahun Anggaran 2023.

    Menurut Hendri Khairul Umam, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Maesan dalam àrahannya mengatakan,  kegiatan seperti ini perlu terus digalakkan untuk saling berbagi informasi dan sharing dalam mencari solusi terbaik dalam pelaksanaan tata kelola Pemerintahan Desa.  Tata Kelola Pemerintah Desa yang baik adalah pengelolaan Pemerintah Desa yang menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kesetaraan/ kewajaran serta berpegang teguh pada aturan dan prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, penyelenggara Pemerintah Desa harus menguasai tata Kelola Pemerintah Desa agar membantu meringankan tugas Kepala Desa dan Perangkat Desa di bidang Administrasi.

    “Semua kegiatan yang dijalankan di Desa harus sesuai dengan ketentuan dan tupoksi tata kelolaan Pemerintahan Desa. Aparatur Pemerintah Desa harus bekerja sesuai dengan perkembangan teknologi dan aktif untuk update penyelenggaraan tata Kelola Pemerintahan” Paparnya.

    Rapat Koordinasi itu sendiri, dipimpin dan dimoderatori oleh Fathor Rosy, dari TPP Kecamatan Maesan sebagai Fasilitator kegiatan tersebut. Menurutnya, aparatur pemerintah desa perlu meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan potensi dirinya sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam bekerja sebagai abdi masyarakat.

    Adanya peningkatan sikap, ketrampilan, perilaku, kemampuan dan kesadaran dapat dibangun melalui perubahan pola pikir dan tata kelola dalam sistem pemerintahan desa yang didukung oleh individu-individu aparatur desa dengan cara pandang, sikap dan perilaku yang sejalan dengan nilai dan karakter pada revolusi mental yang dicanangkan oleh Pemerintah.

    “Ada beberapa rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat koordinasi ini diantaranya follow up setiap desa wajib melaksanakan peningkatan kapasitas perangkat desa, setiap desa wajib melaporkan RFK di minggu pertama setiap bulan dalam rangka memantau progres kegiatan pembangunan desa dan bagi Tim Pelaksana kegiatan wajib meningkatkan pengetahuan dan perannya dalam pelaksanaan kegiatan yang ada di desa” katanya.

    Sementara itu, Joni Fatahillah, Koordinator TPP Kecamatan Maesan menjelaskan bahwa apa yang sudah dihasilkan dalam rapat koordinasi ini benar-benar dilaksanakan oleh Pemerintah Desa. Hal ini merupakan suatu keniscayaan bagi pemerintah desa, agar tercipta tata kelola pemerintahan desa yang baik.

    “Dengan peningkatan kapasitas diri, maka setiap aparatur pemerintah desa,  dari Kepala Desa, Sekdes, Kaur dan Kasi serta kepala wilayah/dusun akan menguasai betul apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi masing-masing, sehingga tata kelola pemerintahan desa akan sesuai dengan tuntutan yang ada saat ini” jelasnya. (jf)

  • MUSRENBANGCAM MAESAN ; SINERGI DAN KOLABORASI, WUJUDKAN PRIORITAS USULAN PROGRAM

    MUSRENBANGCAM MAESAN ; SINERGI DAN KOLABORASI, WUJUDKAN PRIORITAS USULAN PROGRAM

    Dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan Daerah. Pemerintah Kecamatan Maesan melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, di Pendopo Kantor Kecamatan Maesan, Rabu (15/02/2023).

    Dalam sambutannya Camat Maesan, Jakfar Sodik, S.Sos. M.M menyampaikan bahwa kegiatan Musrenbang kecamatan bertujuan untuk menyelaraskan tujuan dan niat, sehingga nantinya program yang akan datang tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat. Sebelum pelaksanaan Musrenbang Kecamatan kali ini, kata Jakfar Sodik, telah diawali dengan pelaksanaan Musrenbang desa yang merupakan Pembahasan dan penyepakatan rancangan RKP Desa Tahun 2023, penyepakatan daftar prioritas usulan kegiatan pembangunan desa Tahun 2024 yang akan diusulkan melalui Musrenbang Kecamatan Tahun 2023.

    “Musrenbang ini bertujuan untuk menyelaraskan pikiran, tujuan, dan niat sehingga program-program yang akan datang akan lebih tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat.”terangnya.

    Disampaikannnya bahwa, membangun sebuah wilayah dimasa yang akan datang tidaklah mudah dikerjakan dengan sendiri-sendiri maka dibutuhkan sinergi dan kolaborasi.

    “Maka dalam kesempatan musrenbang kecamatan ini saya mengajak mari bekerja sama dan kolaborasi dengan baik untuk mewujudkan penyepakatan daftar prioritas usulan kegiatan pembangunan desa Tahun 2024 yang akan diusulkan melalui Musrenbang Kecamatan kali ini,”ucapnya.

    Lebih lanjut Camat Maesan mengatakan, bahwa berdasarkan hasil rekapitulasi daftar usulan dari Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan diperoleh sebanyak 172 daftar usulan dari berbagai bidang kegiatan. Oleh karenanya perlu dilakukan prioritas kecamatan melalui Musrenbang Kecamatan ini, agar dapat mewujudkan prioritas baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusianya.

    Camat Maesan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen pemkab Bondowoso yang telah menyediakan ruang waktu untuk Pemerintah Kecamatan Maesan, dapat menyampaikan aspirasi dari desa, serta kepada seluruh peserta yang hadir, yang telah bersedia untuk memberikan masukan serta saran maupun harapannya untuk mewujudkan kecamatan maesan yang lebih baik lagi kedepannya.(jf)

  • DUA PERANGKAT DESA GUNUNGSARI, RESMI DILANTIK

    DUA PERANGKAT DESA GUNUNGSARI, RESMI DILANTIK

    Sebanyak 2 Orang Perangkat Desa (Kepala Seksi Kesejahteraan, Kepala Dusun Gunungsari Barat), Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso resmi di lantik dan di ambil sumpahnya oleh Kepala Desa Gunungsari, Rabu, (08/02/2022)

    Pelantikan di langsungkan di Pendopo Kantor Desa Gunungsari yang di hadiri unsur Pemerintah Kecamatan Maesan yang terdiri dari Camat, Kasi Pemerintahan, dan Kasi PMD Kecamatan Maesan, Kepala KUA Maesan, Pendamping Desa, BPD, LPMD, Karang Taruna, PKK, dan beberapa Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Desa Gunungsari.

    Dalam Sambutannya, Kepala Desa Gunungsari, H. ANSORI mengatakan bahwa mereka dilantik setelah sebelumnya mengikuti proses penyaringan dan penjaringan oleh panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa.

    <span;>Ucapan terimakasih juga di sampaikan kepada panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa Gunungsari, karena dalam pelaksanaan penjaringan dan penyaringan perangkat desa Gunungsari berjalan dengan lancar tanpa ada masalah.
    “Saya berharap, mudah-mudahan perangkat desa yang baru saya lantik bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya dalam pemerintahan Desa  Gunungsari dengan baik, jujur dan amanah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, dengan memaksimalkan pelayanan dan pengabdian kepada Desa Gunungsari Tercinta ini, ” harapnya

    Sementara itu, Camat Maesan, Jakfar Sodik, S.Sos. M.Si dalam arahannya menyampaikan, inti dari acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini adalah yang terdapat dalam teks yang telah dibacakan oleh Kepala Desa dan diikuti oleh pejabat yang dilantik. Bahwa perangkat desa yang dilantik siap mengemban amanah yang diberikan dan siap mempertanggungjawabkan tugas pokok dan fungsinya kepada masyarakat, pemerintah lebih-lebih kepada  Allah SWT.
    “Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa ini disaksikan oleh masyarakat, pemerintah dan oleh Allah SWT, sehingga harus perangkat desa yang dilantik harus mampu mempertanggungjawabkan sumpah dan janjinya”  paparnya.

    Adapun perangkat desa Gunungsari yang baru dilantik kali ini adalah Sdr. Dliyauddin sebagai Kasi Kesejahteraan dan Siti Ulfa sebagai Kepala Dusun Gunungsari Barat. Usai acara kedua mendapatkan ucapan selamat dari seluruh undangan yang hadir. (jf)

  • DD TAHAP 1 MULAI SALUR, TPP KEMENDESA SIAP FASILITASI PENCAIRAN

    DD TAHAP 1 MULAI SALUR, TPP KEMENDESA SIAP FASILITASI PENCAIRAN

    Dana Desa Tahap 1 Tahun Anggaran 2023 di Bondowoso mulai salur dari RKUN ke RKD per 7 Februari 2023. Enam Desa dikecamatan Maesan yang masuk salur DD Tahap 1 gelombang 1 yaitu : Desa Pujer Baru,  Tanah Wulan, Sumbersari, dan Pakuniran,serta Desa Maesan dan Penanggungan yang merupakan 2 Desa Mandiri yang ada di kecamatan Maesan. Dengan tersalurnya DD tahap 1 T.A. 2023 dikecamatan Maesan, TPP Kemendesa kecamatan Maesan menyiapkan fasilitasi untuk pengajuan pencairan DD tahap 1 bagi 6 Desa dimaksud.

    Hal ini terungkap dalam rapat internal TPP Kecamatan Maesan yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Maesan pada, Rabu, (08/02/2023) di ruang PMD Kecamatan Maesan. Dalam rapat itu hadir seluruh TPP Kemendesa, Sekcam, Kasi Pemerintahan dan Kasi PMD Kecamatan Maesan.

    Menurut Abdul Muqsid, salah satu TPP Kemendesa kecamatan Maesan, saat jadwal rekon pada pekan kemarin, sebenarnya Desa di Kecamatan Maesan sudah input data semua di DPMD Kabupaten Bondowoso. Hanya mungkin beberapa Desa terjadi kekurangan sehingga hanya 6 Desa yang disetujui BPPN untuk salur DD tahap 1.
    “Pada saat fasilitasi rekon ke DPMD pekan kemarin seluruh desa sudah input data, namun memang beberapa Desa ada kekurangan untuk segera diperbaiki” katanya.

    Sementara itu, Joni Fatahillah, Koordinator TPP Kemendesa Kecamatan Maesan menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Maesan dalam rangka memfasilitasi Pencairan DD tahap 1 bagi Desa yang sudah salur dan rekon ulang bagi desa yang belum salur.
    “Bagi Desa yang sudah salur dipersilahkan untuk menyiapkan pengajuan pencairan sedangkan bagi desa yang belum salur untuk menyiapkan perbaikan rekon ulang” katanya.

    Informasi yang diperoleh dari DPMD Bondowoso pembukaan perbaikan sismkeudes 2022 akan dibuka mulai tgl 8 – 10 Februari 2023 sehingga ada kesempatan bagi desa untuk memperbaiki kekurangan dalam penatausahan di tahun 2022. Hal itu disampaikan oleh Hendrik Khairul Umam, Sekretaris Kecamatan Maesan. Lebih lanjut dia berharap agar kesempatan untuk memperbaiki penatausahaan di siskeudes betul-betul dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah desa, terutama bagi desa yang belum salur DD tahap 1.
    “Kesempatan memperbaiki penatausahaan siskeudes agar dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah desa sehingga dapat terwujud sistem administrasi yang tertib dalam pengelolaan keuangan desa” ujarnya.
    Sedangkan untuk jadwal ulang rekon masih menunggu informasi lebih lanjut dari DPMD Kabupaten Bondowoso.

  • SERU…!!! PARADE DAN GRAND FINAL LOMBA LATO-LATO, CFD PENANGGUNGAN HEBAT

    SERU…!!! PARADE DAN GRAND FINAL LOMBA LATO-LATO, CFD PENANGGUNGAN HEBAT

    Penasaran keseruannya..!?

    Saksikan…!!

    https://youtu.be/CfdTtsldmvc

  • SERUNYA LOMBA LATO-LATO, CAR FREE DAY PENANGGUNGAN HEBAT

    SERUNYA LOMBA LATO-LATO, CAR FREE DAY PENANGGUNGAN HEBAT

    Lomba lato-lato yang digelar di pelataran Lokasi Car Free Day Penanggungan Hebat menyedot perhatian para pengunjung. Serunya lomba lato-lato yang digelar khusus untuk anak tingkat SD dan  SMP ini, membuat penonton tak beranjak dari lokasi menyaksikan permainan yang sedang viral di seluruh Indonesia itu.

    Dalam perlombaan ini peserta harus memainkan lato-lato sembari mengikuti aba-aba yang dipandu oleh panitia. Mulai dari jalan ditempat, melangkah maju mundur kanan kiri, gerakan jongkok hingga menjaga keseimbangan dengan berputar-putar. Bahkan dalam babak Grand Final diberi aba-aba joget bersama yang di iringi musik dangdut koplo. Tak pelak pada bagian ini menjadi bagian terheboh dalam rangkaian lomba lato lato ini.

    Menurut Ketua Panitia, Muzammil, salah satu anggota SEKBER CFD Penanggunngan Hebat,  lomba lato-lato ini diikuti sedikitnya oleh 113 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Maesan. Aba-aba bermain lato-lato tidak ada ketentuan baku, sehingga aba aba yang diberikan panitia menjadi tantangan yang berbeda dan warna yang lain serta memberikan hiburan kepada para penonton.
    “Dengan bermain lato-lato ini, bisa meningkatkan untuk motoriknya anak-anak. Jadi mumpung momennya pas, maka kami mengadakan lomba lato-lato” katanya.
    Dijelaskan, peserta yang berhasil menjadi juara satu, dua dan tiga berhak mendapatkan uang total senilai Rp 500.000,- dan piala penghargaan.

    Dengan gerakan yang dilombakan, sejumlah peserta mengaku kesusahan, karena harus berkonsentrasi untuk tetap menjaga irama lato-lato dan mengikuti aba- aba yang diberikan panitia. Adanya lomba lato-lato ini disambut positif oleh para orang tua, karena anak-anak bisa teralihkan dari gadget dan anak-anak bisa melatih mental dan konsentrasi anak selama mengikuti perlombaan ini.
    ” Bagus banget ya buat anak-anak untuk mengalihkan dari gadget ke permainan jaman dulu, apalagi lomba-lomba seperti ini bisa melatih mental anak,” ujar salah satu orangtua peserta.

    Lebih lanjut, ia menambahkan dengan adanya perlombaan ini, anak-anak yang tengah hobi bermain lato-lato mempunyai wadah untuk menyalurkan bakatnya secara positif.
    “Yang penting anak itu bisa mengatur waktu belajar, sekolah, dan permainan itu,” lanjutnya.

    Sementara itu, pemenang lomba lato-lato kali ini,  keluar sebagai Juara 1 adalah Ananda Adil dari Desa Pakuniran, Juara 2 Ananda Ikrom dari Desa Tanah Wulan dan Juara 3 Ananda Wildan dari Desa Penanggungan. (jf)

  • REKON SELESAI,  DD TAHAP 1 SEGERA TRANSFER KE RKD

    REKON SELESAI, DD TAHAP 1 SEGERA TRANSFER KE RKD

    Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan melaksanakan proses rekonsiliasi Data Siskeudes Realisasi APB Desa Tahun Anggaran 2022 dan Perencanaan Anggaran APB Desa Tahun 2023, Rabu, (01/02/2023) di Aula Kantor DPMD Kabuoaten Bondowoso . Kegiatan itu dilaksanakan untuk mewujudkan tertib administrasi yang dapat mendukung kelancaran penyelenggatakan Pemerintahan Desa dan pengajuan transfer DD tahap 1 Tahun Anggaran 2023. Kegiatan menghadirkan skaur keuangan dan operator Siskeudes.

    Berdasarkan surat Kepala DPMD Bondowoso No. 005/120/430.9.8/2023 tentang Undangan rekon DD tahap 1 Tahun Anggaran 2023, Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan mendapatkan jadwal di hari pertama bersama Pemerintah Desa beberapa kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso. Dalam lampran surat tersebut kegiatan rekon DD tahap 1 di Kabupaten Bondowoso akan berlangsung selama 3 hari mulai hari Rabu s/d Jum’at, tanggal 1 – 3 Februari 2023.

    Abdul Muqsid AR, salah satu Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa Kecamatan Maesan yang ikut mendampingi Kaur Keuangan dan Operator Siskeudes mengatakan bahwa
    Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan secara bersama-sama hadir ke DPMD dengan membawa berkas data yang telah ditentukan diantaranya softcopy APB Desa, Perdes KPM BLT Kemiskinan Ekstrim dan Daftar KPM BLT DD Kemiskinan Ekstrim Tahun Anggaran 2023.
    “Alhamdulillah semua Desa se Kecamatan Maesan sudah menyiapkan data yang diperlukan sehingga semua desa dapat malakukan entry data” katanya.

    Lebih lanjut Abdul Muqsid AR menyampaikan walaupun ada beberapa yang terjadi kekurangan, namun semuanya dapat segera diatasi oleh para kaur keuangan dan operator siskeudes Desa.
    Kekurangan data yang terjadi biasanya terdapat pada penyesuaiang tanggal Perdes, Konsederan Dasar Hukum dalam Perdes dan beberapa penganggaran dalam APBDes. Semua dapat teratasi dengan merevisi dan print ulang pada perbaikan yang dilakukan sehingga dapat segeta terpenuhi persyaratan yang diperlukan.
    “Mudah-mudahan dengan selesaikan rekon ini, dapat segera transfer DD tahap 1 di tahun ini” lanjutnya.
    Namun demikian dari 12 Desa di Kecamatan Maesan yang telah melaksanakan rekon di DPMD Bondowoso, belum dapat dijamin semua Desa bersamaan transfer DD tahap 1 nya, karena masih perlu verifikasi dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu jika ada informasi ada kekurangan data dari DPMD diharapkan untuk sesegera mungkin dipenuhi oleh Pemerintah Desa (jf)

  • INGAT MAESAN, INGAT WISATA KULINER KAMPOENG “SIONGAN”

    INGAT MAESAN, INGAT WISATA KULINER KAMPOENG “SIONGAN”

    Pemerintah Desa Maesan Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso melakukan Grand Opening Wisata Kuliner Kampoeng Siongan, kamis (15/12/2022) di Pelataran Wisata Kampoeng Siongan, Dusun Krajan Atas RT 01 RW 01 Desa Maesan. Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati, Camat Maesan, Jakfar Sodik dan Anggota Muspika lainnya, Kepala Desa se Kecamatan Maesan, Pimpinan unit perbankan yang ada di Kecamatan Maesan, pelaku UMKM Desa Maesan,TPP Kemendesa Kabupaten Bondowos dan Kecamatan Maesan serta tokoh masyarakat Desa Maesan.

    Menurut Kepala Desa Maesan, Suharyono, pembangunan Kampoeng Siongan ini diarahkan sesuai dengan petunjuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang Perencanaannya dimulai sejak bulan Maret hingga rampung saat ini sehingga dilaksanakan Lounching pada hari ini. Pemilihan Wisata Kuliner Kampoeng Siongan ini di dasarkan pada potensi yang ada di desa maesan,  dimana sebelumnya Bumdes Mekar Jaya bersama masyarakat sudah melalukan usaha perikanan lele atau dalam istilah bahasa Madura disebut dengan “Siongan”. Sehingga dengan adanya Wisata Kuliner Kampoeng Siongan ini bisa menjadi kolaborasi antara usaha hulu dan hilir secara berkelanjutan.

    Sedangkan Camat Maesan, Jakfar Sodik dalam sambutannya menyampaikan bahwa Desa Maesan merupakan salah satu Desa yang bersatatus Desa Mandiri sehingga mendapatkan reward dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PMD Provinsi Jawa Timur dengan Program Desa Berdaya. Hal ini tidak lepas dari peran semua pihak yang telah menjadikan Desa Maesan bwrstatus Desa Mandiri berdasarkan parameter Indeka Desa Membangun (IDM). Oleh karenanya pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Maesan dan Pendamping Desa yang mempunyai komitmen tinggi dalam meningkatkan Pembangunan Desa demi kesejahteraan warga masyarakat. Menurutnya dengan adanya Wisata Kuliner Kampoeng Siongan ini dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan di Kelola oleh Bumdes sehingga masyarakat mempunyai peluang dalam berusaha kuliner untuk mendapatkan penghasilan bagi keluarga.

    Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bondowoso dalam arahannya menyampaikan bahwa Program Desa Berdaya akan menjadi mitra strategis bagi desa dalam upaya mengembangkan potensi terbaik desa dan mengoptimalkan aset-aset desa yang dijalankan secara modern, strategis dan sistematis, agar masyarakat desa lebih berdaya dalam bidang ekonomi, pendidikan dan sosial.
    Program Desa Berdaya merupakan Dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada desa untuk lebih meningkatkan pengelolaan potensi desanya. Diharapkan dari program desa berdaya, pemerintah desa mampu menampilkan icon desa, seperti dibuat Wisata Kuliner Kampoeng Siongan yang ada di Desa Maesan ini.

    Diakhir acara dilakukan pemotongan pita oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Bondowoso sebagai tanda mulai dibukanya Wisata Kuliner Kanpoeng Siongan di Desa Maesan. Dalam pemotongan pita itu juga diiringi oleh kesenian Jaran Kencak dan “Can Macanan Kaddhuk” yang ada di Desa Maesan. Kemudian acara dilanjutkan dengan Ramah Tamah dengan suguhan masakan yang sebagian besar berbahan ikan lele atau “Siongan” (jf)

  • DESA SUGER LOR, TERIMA REWARD SEBAGAI DESA BRILIAN

    DESA SUGER LOR, TERIMA REWARD SEBAGAI DESA BRILIAN

    Pemerintah Desa Suger Lor Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso menerima reward atas keberhasilannya menjadi salah satu pemenang Graduation Desa Brilian Batch 3 yang diselengarakan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hadiah diterima langsung oleh Kepala Desa Suger Lor, Kusnadi, Selasa, (22/11/2022) di Aula Kantor Desa Suger Lor.

    Dikutip dari promo.bri.co.id, Program Desa BRilian adalah Desa binaan BRI yang memiliki seluruh atau kombinasi dari empat aspek utama. Mulai dari BUMDes aktif sebagai penggerak ekonomi desa, digitalisasi yang terimplementasi di desa yang menggunakan produk BRI (BRILink, Web Pasar, Stroberi).  Juga aspek inovasi sebagai desa kreatif yang memecahkan masalah kemasyarakatan dan sosial desa. Terakhir adalah <span;>sustainability <span;>sebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor usaha unggulan desanya.

    Desa yang lolos seleksi menjadi Desa BRIlian nantinya akan diberikan edukasi dan pendampingan yang mencakup peningkatan kapasitas manajerial, legalitas, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, skala usaha serta diberikan kebutuhan para pelaku UMKM sesuai dengan tema kegiatan BRIncubator (Kegiatan Pemberdayaan BRI) yang terdiri dari Go Modern, Go Digital, Go Online, Go global.

    Kepala Desa Suger Lor, Kusnadi berharap dengan terpilihnya Desanya menjadi salah satu Desa Brilian akan dapat membantu Pemerintah Desa dalam melaksanakan Pembangunan secara terarah dengan menerapkan arahan dan pendampingan dari Program Desa BRIlian, sehingga dapat memberikan manfaat secara keseluruhan bagi masyarakat Desa Suger Lor. (jf)

  • 3 KEPALA DESA KECAMATAN MAESAN, TERIMA PENGHARGAAN DARI GUS MENTRI DESA

    3 KEPALA DESA KECAMATAN MAESAN, TERIMA PENGHARGAAN DARI GUS MENTRI DESA

    Sebanyak 3 Kepala Desa di Kecamatan Maesan menerima Penghargaan dari Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Dr (HC) Abdul Halim Iskandar, Kamis (17/11/2022) di Auditorium Hotel Grand Padis, Jl. A. Yani Bondowoso. Ke- 3 Kepala Desa itu adalah Kepala Desa Maesan, H. Suharyono, Kepala Desa Sumberpakem, Mulyadi dan Kepala Desa Penanggungan, Yuni Bagus Mantre.

    Penghargaan dari Kementrian Desa PDTT itu diberikan dalam rangkaian Acara Memperingati Hari Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal  Kementrian Desa, PDTT RI untuk Desa yang beratatus Desa Mandiri. Peringatan Hari Percepatan Pembangunan Daerah kali ini dipusatkan  di Kabupaten Bondowoso. Hadir juga dalam acara itu Mentri Sosial RI, Tri Risma Harini yang mendapat penghargaan dari Kementrian Desa PDTT RI sebagai kementrian yang paling sinergi untuk Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal , demikian juga untuk Kementrian Agama Republik Indonesia.

    Mentri Desa, PDTT RI, Abdul Halin Iskandar yang akrab di sapa dengan Gus Mentri itu menyampaikan bahwa penghargaan kepada Desa yang berstutus Mandiri ini dimaksudkan untuk lebih memacu pemerintah desa dalam melaksanakan  pembangunan desanya.  Selain penghargaan berupa piagam, dari Kemendes PDTT RI, Desa Mandiri juga menerima penghargaan berupa Lencana. Lencana itu dibuat dari lempeng berwarna emas yang memuat logo Kemendes PDTT kemudian ada tulisan Desa Mandiri diatas kain berwarna ungu. Lencana tersebut dipasangkan di baju dinas Kepala Desa tepatnya diatas saku sebelah kiri dibawah logo Korpri.

    Dengan didapatkannya penghargaan ini, para kepala desa di Kecamatan Maesan menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak , terutama kepada Tenaga Pendamping Desa dan Pemerintah Kecamatan yang telah membantu dan mendampingi pembangunan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan Pertanggunggjawabannya. Sehingga Desa nya dapat mencapai status Desa Mandiri (jf)