Kategori: Uncategorized

  • TINGKATKAN KAPASITAS DIRI, KPM SE KECAMATAN MAESAN LAKUKAN STUDY TIRU

    TINGKATKAN KAPASITAS DIRI, KPM SE KECAMATAN MAESAN LAKUKAN STUDY TIRU

    Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Maesan, Selasa, (19/11/2024), melakukan Kunjungan Study Tiru Percepatan Penurunan Stunting di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Jawa Timur.

    Rombongan peserta studi tiru diterima dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Yosorati, ABDUL HAMID, Sekretaris camat Kecamatan Sumberbaru, dan di dampingi oleh TAPM Kabupaten Jember, HABIBI SYAKIR, serta Pendamping Desa/Lokal Desa setempat. Sedangkan Rombongan peserta study tiru  dipimpin langsung oleh Camat Maesan, DWI WAHYUDI, S.Sos. MM diikuti oleh Kasi PMD, HARMUZULKIFLI, Pendamping Desa/Lokal Desa Kecamatan Maesan, Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Maesan dan didampingi pula oleh TAPM  Bondowoso, ALIFATUL LAILIYAH.

    Menurut Kepala Desa Yosorati, ABDUL HAMID, Desa Yosorati adalah peraih penghargaan Rumah Desa Sehat (RDS)  terbaik Provinsi Jawa Timur sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi program penurunan stunting. Penurunan dan pencegahan stunting menjadi progran prioritas Nasional dalam dekade ini. “Oleh karena itu Desa Yosorati menggalakkan dan mengaktifkan RDS  sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi kader-kader percepatan penurunan stunting di Desa” katanya.

    Sementara itu sebelumnya, Camat Maesan, DWI WAHYUDI, dalam sambutan maksud dan tujuan study tiru, mengharapkan setelah selesai Studi Tiru seluruh kader KPM dapat langsung menerapkan program yang cocok diterapkan di Desa-desa se kecamatan Maesan.  “Saya berharap seluruh peserta yang turut pada studi tiru ini, benar-benar mampu menerapkan konsep-konsep yang dipakai di Desa Yosorati ini sesuai dengan kondisi dan potensi di Desa yang ada di kecamatan Maesan” katanya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh KPM  Yosorati,IDA SOELISTIANINGSIH. Dalam materinya, KPM Yosorati menjelaskan secara singkat tentang Rumah Desa Sehat, hingga kegiatan apa saja yang dilakukan  dalam mengatasi permasalahan kesehatan terutama stunting dengan pemberdayaan masyarakat, mulai dari Pertemuan Rutin RDS, program PMT, one day one egg dan <span;>Rembhug Stunting,

    Materi yang disampaikan kemudian dilengkapi dengan tanya-jawab dengan peserta yang di pandu oleh TAPM Kabupaten Jember, HABIBI SYAKIR, Proses diskusi berjalan aktif dan terjadi saling tukar ide dan gagasan  seputar program RDS dan penurunan stunting. Kegiatanpun berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dengan diakhiri sesi foto bersama.

    Selesai acara, peserta Study tiru menyempatkan diri untuk berkunjung ke Destinasi Wisata Gunung Gambir yang lokasinya tidak jauh dari Desa Yosorati.(jf)

  • TUGAS BERAT PENDAMPING DESA,  DI TENGAH DINAMIKA KEBIJAKAN TENTANG DESA

    TUGAS BERAT PENDAMPING DESA, DI TENGAH DINAMIKA KEBIJAKAN TENTANG DESA

    Rapat Koordinasi & Halal Bi Halal Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bondowoso, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia di laksanakan di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Rabu (23/04/2025). Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso, AS’AD YAHYA SYAFI’I, S.E. Ketua DPRD Bondowoso, H. AHMAD DHAFIR, Plt Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso,   ARIES AGUNG SUNGKOWO dan Koordinator TPP Provinsi Jawa Timur, MAGHFURI.

    Kegiatan Halal bihalal ini juga merupakan bentuk silaturahmi seluruh tim tenaga pendamping profesional Kabupaten Bondowoso sekaligus dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi.

    H. ANDIONO PUTRA selaku koordinator TPP Kabupaten Bondowoso  mengatakan, saat ini TPP mempunyai tugas dan tanggung jawab besar dalam mendampingi desa ditengah dinamika regulasi yang dtetapkan oleh Pemerintah Pusat. Selama ini menurut ANDIONO, Desa-Desa di Kabupaten Bondowoso, sudah banyak mengalami perkembangan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES).
    “Salah satunya terkait transparansi anggaran desa, pemerintah desa dikabupaten Bondowoso sudah terbukti dengan memampangkan Banner infografis anggaran desa di tempat-tempat strategis di desanya” katanya.

    Dengan adanya transparansi tersebut masyarakat desa bisa turut melakukan kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan desa. Kedepan masih banyak tugas yang harus dilakukan oleh pendamping desa misalnya terkait Bumdes, pembentukan Koperasi Merah putih dan menjadikan pemerintah desa yang akuntabel.

    Senada dengan Koordinator TPP Kabupaten Bondowoso, MAGHFURI, selaku koordinator TPP Jawa Timur menyampaikan tugas berat pendamping Desa ke depan diantaranya terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Dimana secara regulasi masih perlu adanya singkronisasi dalam prosedur pembentukan dan pelaksanaannya.
    “Koperasi itu dibentuk oleh masyarakat, sedangkan berdasarkan inpres no. 9 tahun 2025 koperasi desa merah putih dibentuk oleh pemerintah desa melalui Musdesus (Musdes Insidental)” katanya.

    Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. AHMAD DHAFIR, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi peran penting  pendamping desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa. Dia sangat memahami bagaimana Pendamping Desa telah mendampingi desa dalam berbagai aspek, mulai dari perencanaan pembangunan, pelaksanaan program, hingga pengawasan penggunaan Dana Desa.

    “Sebagai wakil rakyat, kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pendampingan desa. Kami akan memastikan bahwa kebijakan dan anggaran yang kami buat selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan” ungkapnya

    Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, AS’AD YAHYA SYAFI’I, dalam sambutan dan arahannya mengajak TPP Kabupaten Bondowoso untuk bersama-sama membangun sinergi dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, DPRD, pendamping desa, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kita akan dapat mewujudkan desa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
    Pihaknya berharap untuk TPP Kabupaten Bondowoso  bekerja semaksimal mungkin, untuk peningkatan desa-desa yang ada di Kabupaten Bondowoso.

    “ Pemerintah Kabupaten Bondowoso saat mempunyai tagĺine BONDOWOSO BERKAH, tetapi juga BERKUALITAS ” Tuturnya.

    Ditengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan tagihan janji politik pada pimpinan pemerintah Bondowoso saat in, dia berharap di lapangan harus ada sinkronisasi, kolaborasi dengan berbagai pihak terutama pemerintah daerah dalam hal ini OPD terkait, serta pihak Kecamatan dan pemerintah desa tentunya yang merupakan mitra pembangunan yang ada di desa.
    “Dengan didasari niat yang baik dan tulus dalam melaksanakan tugas, mari kita membangun Bondowoso Berkah dan Berkualitas” pungkasnya.(jf)