Kategori: Kemasyarakatan

membahas tentang kemasyarakatan

  • Bimtek Lintas Peran: Wujudkan Desa Lebih Responsif dan Berdaya

    Bimtek Lintas Peran: Wujudkan Desa Lebih Responsif dan Berdaya

    Maesan — Pendamping Desa bersama Pemerintah Kecamatan Maesan, memfasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama secara virtual melalui aplikasi Zoom bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Admin Desa dari seluruh desa se-Kecamatan Maesan, Selasa, (25/11/2025) di pendopo Kantor Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Penetapan tempat zoom bersama ini merupakan hasil koordinasi antara Pendamping Desa, Pemerintah Kecamatan, KPM dan Pemerintan Desa Gunungsari. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI Nomor B-256/PDP.02.01/XI/2025 tanggal 18 November 2025 tentang Bimbingan Teknis Pelaku di Desa dengan Modul Dasar Terpadu.

    Bimtek dilaksanakan untuk memastikan seluruh pelaku di desa memahami tugas, peran, serta mekanisme kerja berdasarkan modul dasar terpadu yang menjadi pedoman nasional dalam peningkatan kualitas layanan desa, terutama pada bidang kesehatan, pemberdayaan keluarga, serta pengelolaan data pembangunan.

    Kepala Desa Gunungsari  Ahmad Saiful Rizal, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kepada Desa Gunungsari sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini merupakan komitmen pemerintah dalam meneruskan arahan pusat secara cepat dan terstruktur.  Lebih lanjut dia menegaskan bahwa instruksi dari Dirjen PD PDT perlu ditindak lanjuti dengan serius. “KPM, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, dan Admin Desa memiliki peran strategis dalam memastikan keberhasilan program pembangunan manusia di tingkat desa” ujarnya.

    Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan ini berjalan lancar dan seluruh peserta mengikuti dengan antusias.

    Dengan terselenggaranya Bimtek ini, diharapkan para pelaku desa dapat menerapkan nilai-nilai dan keterampilan yang diperoleh, sehingga pembangunan desa, khususnya dalam bidang kesehatan dan pembangunan manusia, dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.(jf)

  • TEROBOSAN PEMERINTAH DESA SUMBERANYAR DALAM PROGRAM KETAHANAN PANGAN

    TEROBOSAN PEMERINTAH DESA SUMBERANYAR DALAM PROGRAM KETAHANAN PANGAN

    Pemerintah Desa Sumberanyar, Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur membuat terobosan dalam program prioritas Penggunaan Dana Desa 20 % untuk Ketahanan Pangan pada APBDes 2023. Kegiatan prioritas penggunaan Dana Desa dalam rangka mendukung program ketahanan pangan itu diwujudkan dengan pembangunan sumur bor untuk pertanian. Pembangunan sumur bor ini merupakan komitmen untuk membantu kebutuhan air pengairan lahan pertanian warga Desa Sumberanyar.

    Sumur bor yang dibangun berada di tengah area pertanian lahan kering di Dusun Jatian. Pembangunan sumur bor di lokasi tersebut lantaran wilayah dusun itu terdapat banyak lahan kering yang kurang produktif karena kurangnya air pertanian. Kurang lebih 80 hektar lahan milik warga tidak dapat ditanami karena tidak adanya air.

    Menurut, MAKRUS, Kepala Desa Sumberanyar, lokasi pengeboran air berada di lahan tanah kas desa, dan termasuk lahan kering/tegalan sehingga pengeboran bisa mencapai 60 meter lebih. Meski sudah keluar air, namun air yang keluar masih belum maksimal., sehingga pengeboran air itu terus dilakukan, hingga mencapai kedalaman 80 meter.

    “Dengan adanya sumur bor ini nantinya akan mampu menyediakan air pertanian  sekitar 80 Ha lahan kering/tegalan milik warga yang dapat teraliri air sehingga sepanjang tahun warga dapat tetap bercocok tanam,”  kata MAKRUS.

    Dalam menjalankan gagasannya, Kepala Desa Sumberanyar tentu tidak bekerja sendiri, tetapi disertai mitra kerjanya yang tidak lain yaitu perangkat desa dan juga BPD Sumberayar sebagai aspirator masyarakat, sehingga seluruh usulan masyarakat itu dapat diaktualisasikan.

    FATHOR ROSY, S.Pd selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Kementrian Desa, PDTT menjelaskan bahwa apa yang lakukan Pemerintah Desa Sumberanyar dengan pembangunan sumur bor ini merupakan solusi komitmen apa yang disampaikan warga dalam Musyawarah Desa.
    “Dalam Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2023 ada usulan warga dusun Jatian, jika area pertanian warga kekurangan air, sehingga lahan kurang produktif untuk ditanami. Oleh karena itu Pemerintah Desa menetapkannya sebagai program prioritas yang kemudian dianggarkan dalam APBDes 2023” jelasnya.

    Selanjutnya, pengelolaan sumur bor untuk pertanian itu disarankan untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dengan komitmen pembiayan yang akan dimusyawarahkan bersama dengan pemanfaat. Realisasi kegiatan Pembangunan Sumur Bor untuk pengairan pertanian itu dilaksanakam pada Dana Desa Tahap 2 dan dimonitoring oleh Tim Kecamatan dan Tim Pendamping Desa Kecamatan Maesan pada, Kamis, (10/08/2022)

    Sementara itu, salah satu warga Desa Sumberanyar, BUHARI mengatakan, menyambut baik dan berterima kasih kepada Pemerintah Desa Sumberanyar karena telah membuatkan sumur bor. Lahan warga dapat teraliri air saat musim kemarau, atau pun musim hujan.

    “Sebelum dibuat sumur bor, saat musim kemarau, lahan pertanian warga kekeringan dan tidak ditanami.  Dengan adanya sumur bor ini, lahan tegalan warga dapat teraliri air meski musim kemarau,” ungkapnya.

    Dengan adanya pengeboran untuk irigasi pertanian, bisa dipastikan hasil pertanian akan meningkat dari satu sampai dua kali panen dalam setahun karena tadah hujan menjadi tiga kali panen karena adanya irigasi.

    “Memang dari dulu itu hanya tergantung pada tadah hujan, kalau memang hujannya bagus bisa dua kali panen, tapi kalau memang hujannya tidak normal, berarti hanya bisa satu kali panen, yaitu di tegal hanya bisa satu kali panen,seperti tebu dan di sawah mungkin bisa dua kali yaitu padi di musim hujan dan musim kemaraunya itu tembakau, jagung” lanjut BUHARI. (jf)

  • ANTARA MEMORI DAN MOTIVASI

    ANTARA MEMORI DAN MOTIVASI

    *)Sebuah Catatan TPP Kecamatan Maesan tentang kegiatan Pendampingan Desa Tahun 2022

    Banyak peristiwa yang telah berlalu, namun selalu kami ingat dan kami catat. Keberhasilan dan Tantangan datang silih berganti. Sebagian jadi memori, dan sisanya dapat dijadikan pelajaran untuk bergerak lebih baik.

    Tahun 2022 (lagi-lagi) bukan tahun yang mudah. Di tahun ini program pendampingan Desa masih diiringi  oleh situasi pandemi, sehingga prioritas penggunaan Dana Desa masih mengarah kepada pencegahan dan penanganan akibat dampat pandemi covid-19 sejak tiga tahun yang lalu.

    Ketentuan tentang prioritas penggunaan dana desa berdasarkan Permendes No. 7 Tahun 2021, menuntut kita  selalu intens berdiskusi dan sharing bersama Pemerintah Desa untuk mengawal program kegiatan yang sesuai dengan regulasi yang ada. Diawal-awal tahun kita disibukkan dengan fasilitasi dokumen persyaratan untuk pencairan Dana Desa Tahap 1. Sedangkan untuk realisasinya masih fokus kita arahkan kepada kegiatan-kegiatan penanganan akibat dampak covid-19 baik berupa PPKM maupun Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Kegiatan-kegiatan itu selalu kita kawal dengan pelaksanaan monetoring dan evaluasi bersama Pemerintah Kecamatan.

    Setelah dipastikan seluruh kegiatan DD tahap 1 terealisasi secara keseluran dan relatif sesuai dengan ketentuan, selanjutnya kita fasilitasi untuk pengajuan DD tahap 2 disekitar bulan Juni-Juli 2022. Pada tahap ini kita lebih fokuskan pada kegiatan-kegiatan pembagunan fisik yang sebagian besar berupa kegiatan yang mendukung terhadap program ketahanan pangan 20% Dana Desa. Hal ini mengingat pada bulan-bulan itu dianggap sangat efektif terkait kondisi musim karena musim kemarau sehingga memungkinkan kegiatan fisik dapat dilaksanakan secara maksimal. Selanjutnya kegiatan-kegiatan Dana Desa tahap 2 ini juga dikawal dengan pelaksanaan Monetoring dan evaluasi untuk memastikan kegiatan dimaksud sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. Pada bulan-bulan itu pula kita memfasilitasi Pemerintah Desa untuk melaksanakan kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU RKPDes) tahun anggaran 2023.

    Pada rentang waktu  Agustus-September, selanjutnya kita fasilitasi Pemerintah Desa untuk mengajukan pencairan DD tahap 3 bagi Desa non Mandiri, sedangkan untuk 1 Desa Mandiri yakni Desa Maesan telah lebih dulu difasilitasi untuk 50% DD nya. Disamping itu fasilitasi Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka Penetapan RKPDes Tahun Anggaran 2023 kita lakukan sehingga praktis seluruh desa di kecamatan Maesan telah menetapkannya pada akhir bulan september 2022.

    Bulan-bulan selajutnya, Oktober-Desember Pendampingan Desa dilakukan untuk mengawal realisasi penggunaan DD Tahap 3 yang kita arahkan pada program-program kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat dan menuntas fasilitasi untuk kegiatan BLT DD tahap 4 untuk triwulan terakhir di tahun 2022. Disamping itu, kegiatan fasilitasi dan asistensi penyusunan APBDes kita lakukan terhadap seluruh desa dampingan dikecamatan Maesan hingga seluruh Desa dapat menetapkan APBDes Tahun Anggaran 2023 di akhir pekan bulan Desember 2022. Di akhir tahun ini pula kita disibukkan dengan laporan validasi data akhir tahun program pendampingan bersama TPP Kabupaten Bondowoso.

    Dari keseluruhan kegiatan pendampingan desa TPP Kecamatan Maesan pada tahun 2022 ada beberapa hal penting yang dapat kami buat menjadi sebuah catatan :

    PERTAMA. Keberadaan Personalia TPP Kacamatan Maesan yang pada awal tahun genap sesuai dengan ketentuan program dengan 3 PD dan 3 PLD, kemudian berkurang dengan resignnya salah satu PLD yaitu Sdr. Muhammad Junaidi. Sehingga Personalia TPP Kecamatan Maesan terdiri dari ; Joni Fatahillah (Korcam), Ahmad Hariri Fahmi (PD), Abdul Muqsid AR (PD), Fathor Rosy (PLD) dan Saleh Hodin (PLD).

    KEDUA. Keberhasilan menjadikan tambahan 2 Desa dikecamatan Maesan menjadi Desa Mandiri yaitu Desa Penanggungan dan Sumberpakem, sehingga Desa Mandiri di Kecamatan Maesan menjadi 3 Desa dari 12 Desa yang ada, setelah sebelumnya Desa Maesan menjadi Desa Mandiri terlebih Dahulu sejak tahun 2021.

    KETIGA. Fasilitasi Transformasi DBM UPK eks PNPM Pedesaan ke BUMDESMA setelah melalui fasilitasi yang cukup alot sejak beberapa waktu yang lalu. Pada tahun 2022 mencapai kesepakatan bersama Pemerintah Desa se kecamatan Maesan yang diputuskan dalam Musyawarah Antar Desa (MAD). Disamping itu fasilitasi Penyertaan Modal bagi BUMDESMA dari seluruh Pemerintah Desa di kecamatan Maesan pada  tahun 2023 dengan rencana usaha yang prospektif dan mendukung kegiatan pembangunan di desa.

    KEEMPAT. Beberapa desa dapat difasikitasi untuk mempunyai program unggulan desa diantaranya, Desa Suger Lor dengan Program AKRAB (Anti Krisis Air Bersi) yang  mampu meraih prestasi ditingkat Provinsi dan Nasional, Desa Sumberpakem dengan Program Pertashop dan Toko Sembako, Desa Maesan dengan Perogram Kampoeng Siongan dan Desa Penanggungan melalui program kegiatan Car Free Day setiap hari Minggu yang mampu mengeliatkan perekonomian UMKM di desa dengan difasilitasi dan dikelola oleh kelompok masyarakat yang dinamakan Sektetariat Bersama (SEKBER CFD). Sedangkan program unggulan 3 Desa lainnya dikelola oleh BUMDES.

    KELIMA, Fasilitasi Website Desa dan Tanda Tangan Elektronik Kepala Desa se Kecamatan Maesan sebagai bentuk digitalisasi Pemerintahan Desa. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bondowoso dengan memanfaatkan peluang program Website kabupatenbondowoso.id dan Website Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kementrian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia. Publikasi dan digitalisasi Pemerintah Desa sangat penting di era digital ini, sehingga Website Desa  merupakan program yang harus difasilitasi keberadaannya untuk memudahkan desa dalam mempublikasikan program-programnya. Sedangkan Tanda Tangan Elektronik Kepala Desa akan memudah pemerintah desa dalam hal administrasi Pemerintahannya. Saat ini seluruh Desa di Kecamatan Maesan telah memilki Website Desa dan Tanda Tangan Elektronik yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Sandi Nasional. Lounching untuk program ini dilakukan pada bulan agustus 2022 yang dilakukan oleh Asisten 1 Pemkab Bondowoso atas nama Bupati.

    Beberapa catatan mungkin akan menjadi memori sekaligus menjadi motivasi. Perjalanan waktu yang telah kami lalui penuh dengan dinamika, baik keberhasilan maupun permasalahan yang kami jadikan sebuah “Tantangan”.

    Terima kasih kepada semua pihak terutama kepada Pemerintah Kecamatan Maesan dan seluruh Pemerintah Desa se Kecamatan Maesan atas sinerginya bersama kami selama ini.

    Semoga ke depan menjadi lebih baik dari sebelumnya (jf)

  • EKONOMI KERAKYATAN SEMAKIN BERGELIAT DI ACARA CAR FREE DAY

    EKONOMI KERAKYATAN SEMAKIN BERGELIAT DI ACARA CAR FREE DAY

    Link youtube : https://youtu.be/64pijv_onV0

    Gelaran acara Car Free Day Desa Penanggungan ke-3 kalinya pada hari Minggu, (2/10/2022) semakin menggeliatkan kegiatan ekonomi kerakyatan masyarakat lokal. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya pelapak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Terhitung sebanyak 41 pelapak yang berpartisipasi menjual produk nya di acara yang salah satunya bertujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat lokal  ini, dan 1 pelapak dari luar desa yang baru ikut berpartisipasi.

    Menurut Nanang Wahyudi, Ketua BPD sekaligus Ketua Pembina Skretariat Bersama atau SEKBER Car Free Day Desa Penanggungan, kegiatan Car free day ini memang salah satu tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat khususnya warga desa Penanggungan. Dalam sesi wawancara oleh Ketua Pembina SEKBER dengan beberapa pelapak di dapatkan pengakuan bahwa kegiatan Car Free Day ini mampu memberi ruang untuk lebih cepat dan banyak menjual produknya.
    “Biasanya saya baru bisa menghabiskan barang dagangan 1 hari sampai sore, tapi dengan kegiatan ini 1 – 2 jam dagangan sudah habis terjual” kata salah satu pelapak.

    Selain itu, dalam kegiatan car free day ini tetap di isi dengan kegiatan senam gembira bersama yang banyak di ikuti oleh para ibu-ibu dan sebagian kecil bapak-bapak. Senam gembira bersama ini merupakan acara rutin yang di gelar setiap kegiatan Car Free Day untuk memberi ruang berolah raga kepada masyarakat yang di pandu oleh seorang instruktur senam. Bertindak sebagai koordinator acara senam gembira bersama ini adalah ibu kepala desa penanggungan.
    “Senam merupakan olah raga murah dan meriah yang bisa dilakukan oleh warga, selain menyehatkan jasmani, senam juga bisa menimbulkan perasaan gembira dengan iringan musik dan lagu. Sehingga dengan melakukan senam gembira bersama harapannya kita jadi sehat jasmani dan rohani” kata ibu kepala desa.

    Sementara itu untuk kegiatan Lomba Mewarnai tingkat PAUD/TK kali ini di ikuti oleh 2 lembaga yaitu PAUD Baiturrahman Dusun Paleran dan RA Al Jauhar Dusun Krajan. Keduanya lembaga ini merupakan lembaga pendiidikan usia dini yang ada di desa penanggungan.  Pada acara lomba mewarnai kali ini juga di umumkan pemenang lomba mewarnai yang dilaksanakan pada kegiatan sebelumnya. Pemenang diambil 3 dari masing-masing lembaga yang mengikuti pelaksanaan lomba mewarnai pada Minggu lalu yaitu RA Plus Al Falah dan TK PGRI 09 Maesan. Dalam kesempatan itu diberikan penghargaan bagi para pemenang dari Bapak Kepala Desa Penanggungan, Yuni Bagus Mantre berupa piala dan uang jajan.
    “Penghargaan ini dalam rangka memotivasi anak-anak agar selalu rajin belajar” Kata Kepala Desa Yuni Bagus Mantre.

  • MUSDES PENYUSUNAN RKP DESA, BERJALAN DINAMIS.

    MUSDES PENYUSUNAN RKP DESA, BERJALAN DINAMIS.

    Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) sesi pagi hari ini, Selasa (30/08/2022) yang menjadwalkan Desa Suger Lor dan Desa Sumbersari berlangsung secara dinamis. Peserta musyawarah sangat antusias menyampaikan tanggapan dan usulan terhadap riview RPJMDes dan Daftar Usulan Prioritas Tahun Anggaran 2022.

    Hal ini bisa dimaklumi karena wacana yang berkembang untuk Tahun Anggaran 2023 tidak ada lagi BLT DD akibat Dampak Covid-19. Jika pada tahun anggaran 2020 – 2022 Pemerintah Desa tidak bisa banyak berbuat karena Anggaran Dana Desa banyak terserap kepada BLT DD akibat dampak covid-19, maka pada anggaran tahun 2023 memungkinkan Pemerintah Desa dapat berbuat lebih banyak untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

    Seperti yang berlangsung di Desa Suger Lor, para peserta musyawarah banyak mengusulkan agar memprioritaskan program kegiatan yang tertunda pada tahun anggaran 2020-2022.
    “Kita berharap program kegiatan tahun depan  memprioritaskan yang sudah pernah dianggarkan pada tahun kemarin, padahal kemarin sudah pernah diukur untuk pembangunan jalan lingkungan dan sudah pendataan untuk bantuan pemberdayaan sampai sekarang belum terealisasi” kata Pak Sulton salah satu peserta musyawarah.

    Sedangkan di Desa Sumbersari, antusiasme peserta musyawarah terlihat dari aktifnya peserta memberikan tanggapan terhadap Rancangan DU RKP Desa yang dipaparkan oleh Tim Penyusun RKP Desa Tahun Anggaran 2023.
    “Rancangan DU RKP Desa ini hasil rivew RPJM Desa, soal prioritas usulan kita musyawarahkan” kata Suharso, Ketua Tim Penyusun RKP Desa Sumbersari.

  • KECAMATAN MAESAN MULAI GELAR MUSDES PENYUSUNAN RKP DESA 2023

    KECAMATAN MAESAN MULAI GELAR MUSDES PENYUSUNAN RKP DESA 2023

    Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) untuk Tahun Anggaran 2023 di Kecamatan Maesan mulai di gelar, Senin, (29/08/2022).
    Kegiatan Musdes Penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2023 itu akan berlangsung dalam 3 hari ke depan dengan jadwal 4 Desa dalam sehari, yang terbagi dalam 2 sesi, yaitu sesi pagi 2 Desa dan sesi siang 2 desa,. Sehingga pada akhir bulan Agustus ini diharapkan tuntas 12 Desa di Kecamatan Maesan telah melaksanakan Musdes. Untuk hari pertama ini terjadwal 4 Desa yaitu, Desa Suco Lor, Desa Pujer, Tanah Wulan dan Gambangan.

    Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) adalah dokumen penjabaran dari RPJM Desa untuk periode 1 (satu) tahun. Oleh karenanya Musdes Penyususan RKP Desa kali ini, mengagendakan 2 pokok bahasan yaitu review RPJM Desa dan DU prioritas kegiatan RKP Desa Tahun 2023. Adapun yang disebut RPJM Desa yaitu rencana pembangunan jangka menengah desa (periode 6 tahun). RKP Desa menjadi dasar penyusunan dan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) dan akan diusulkan Pemerintah Desa kepada Pemerintah Kabupaten melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah. 

    Dalam rangka untuk melaksanakan pembangunan desa yang partisipatif dan berkesinambungan serta mensinergikan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dengan program Pemerintah dan Pemerintah Daerah maka Musdes menjadi panduan  dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Hasil Musdes tersebut mengedepankan prinsip keadilan, kebutuhan prioritas, terfokus, kewenangan desa, swakelola, berdikari, berbasis sumber daya desa, tipologi desa, dan kesetaraan.

    Menurut Joni Fatahillah, Koordinator TPP Kecamatan Maesan Pelaksanaan Musdes Penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2023 itu merupakan hasil kesepakatan dalam Rakorcam dan kegiatan Belajar Bersama Perangkat (Berkat) Desa beberapa waktu lalu yang diikuti oleh seluruh desa se kecamatan Maesan.
    “Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Kecamatan dan Belajar Bersama Perangkat (Berkat) Desa sepakati jadwal pelaksanaan Musdes Penyusunan RKP Desa 2023 di kecamatan Maesan mulai 29 – 31 Agustus 2022” katanya.

    Dari hasil kesepakatan Musdes ini akan di kelola dan diverifikasi oleh Tim Penyusun RKP Desa untuk di susun menjadi Draft Rancangan RKP Desa Tahun Anggaran 2023.

    Selanjutnya, Draft Rancangan RKP Desa Tahun Anggaran 2023 ini akan di bahas kembali dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) Desa yang ditargetkan akhir bulan September 2022 nanti.

  • PELATIHAN BOKASI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI DESA

    PELATIHAN BOKASI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI DESA

  • TIM KECAMATAN, JUARAI LOMBA BOLA VOLLY ANTAR DESA SE KECAMATAN MAESAN.

    TIM KECAMATAN, JUARAI LOMBA BOLA VOLLY ANTAR DESA SE KECAMATAN MAESAN.

    Setelah melalui perjuangan yang sangat berat, akhirnya Tim Bola Volly Kecamatan Maesan menjuarai Lomba Bola Volly antar Desa sekecamatan Maesan dengan mengalahkan Tim Bola Volly Desa Gambangan. Tim Bola Volly Kecamatan Maesan unggul dengan score 3 – 1, dalam Laga Final yang di gelar, Senin (08/08/2022) sore.

    Pada set pertama dan kedua,  permainan dikuasai oleh Tim Bola Volly Kecamatan Maesan , namun pada set ke tiga Tim Bola Volly Desa Gambangan bangkit dan mengalahkan Tim Bola Volly Kecamatan Maesan. Tim Desa Gambangan diperkuat oleh Pemain jangkung dari Mahasiswa KKN UNEJ yang melaksanakan KKN di Desa Gambangan, sehingga cukup merepotkan tim kecamatan untuk berjuang lebih keras dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
    “Kita sangat kewalahan mengahadapi tim Desa Gambangan, karena diperkuat oleh Mahasiswa KKN UNEJ yang memang pemain bola volly dan mempunyai postur jangkung”  kata Hariri Fahmi, Captain Tim Bola Volly Kecamatan Maesan.

    Kemenangan Tim Bola Volly Kecamatan Maesan ditentukan dengan memenangkan set ke empat dengan secore yang sangat tipis yaitu 25 – 23. Berbeda dari pertandingan babak sebelumnya, dalam pertandingan Final ini memang menggunakan sistem long set sehingga Tim yang juara harus memenangkan 3 set dari 5 set yang direncanakan.

    Kejuaran Lomba Bola Volly antar Desa Se Kecamatan Maesan ini menghasilkan Juara 1 diraih oleh Tim Bola Volly Kecamatan Maesan, Juara 2 diraih Tim Bola Volly Desa Gambangan dan Juara 3 diraih oleh Tim Bola Volly Desa Gunungsari. Kepada masing-masing juara disiapkan Piala tetap dan Uang pembinaan serta Piala bergilir bagi juara pertama.(jf)

  • MERIAHKAN HUT RI 77, TPP MAESAN ADAKAN LOMBA BOLA VOLLY ANTAR DESA

    MERIAHKAN HUT RI 77, TPP MAESAN ADAKAN LOMBA BOLA VOLLY ANTAR DESA

    TPP Kecamatan Maesan bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Maesan mengadakan lomba bola volly antar desa yang dimaksudakan untuk menjalin persaudaraan dan keakraban antar desa se kecamatan maesan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.

    Kegiatan lomba bola volly ini diikuti oleh seluruh kepala desa dan perangkat desa se kecamatan maesan serta ditambah 1 tim dari Pemerintah Kecamatan. Jadi jumlah peserta keseluruhan adalah 12 tim dari pemerintah desa dan 1 tim pemerintah kecamatan.

    Menurut Fathor Rosy, S.Pd.I, TPP Kecamatan Maesan selaku Ketua Panitia mengatakan, bahwa lomba bola volly ini tidak semata-mata untuk mencari kemenangan, tetapi lebih untuk menjalin keakraban diantara kepala desa, perangkat desa dan para pegawai di Pemerintah Kecamatan.
    “Walaupun kita tahu para kepala desa, perangkat desa, dan pegawai kecamatan bukanlah pemain atau bahkan tidak pernah bermain bola volly, tetapi kita berharap lomba ini akan menjadi wadah untuk menjalin keakraban diantara mereka” katanya.

    Lebih lanjut, Fathor Rosy menjelaskan ada yang menarik dan lucu dalam setiap pertandingan. Dimana yang menjadi ramai bukanlah saling kejar mengejar dalam perolehan point masing-masing tim, tetapi lebih kepada tingkah yang ditunjukkan oleh peserta yang “luput” dalam menerima ataupun memukul si bundar bola volly.
    “Dalam setiap pertandingan yang lucu itu kalo sudah ada pemain yang “luput” atau mencong ketika menerima bola” ujarnya sembari tertawa.
    Oleh karenanya moment ini sekaligus juga menjadi hiburan dan refreshing bagi para pemangku Pemerintah Desa dan Kecamatan yang setiap hari berkutat dengan urusan kepemerintahan dan kemasyarakatan

    Hingga Minggu, (07/08/2022) pertandingan lomba volly antar desa sekecamatan maesan sudah memasuki babak semi final yang mempertemukan Tim Kecamatan melawan Tim Desa Pakuniran yang dimenangkan oleh Tim Kecamatan dan Tim Desa Gambangan melawan Tim Desa Gunungsari yang dimenangkan oleh Tim Desa Gambangan. Babak Final, Senin (08/08/2022) akan mempertemukan Tim Kecamatan melawan Tim Desa Gambangan.

    Lomba bola volly ini memperebutkan hadiah berupa se ekor kambing dan piala bergilir yang sudah tersedia dalam lomba tahun sebelumnya. Pada tahun kemarin sebelum terjadinya wabah pandemi covid-19 pemegang Juaranya adalah Tim Pendamping Desa yang berturut-turut selama 2 tahun yaitu, tahun 2017 dan 2018.
    “Oleh karena Tim Pendamping sudah menjuarai selama 2 tahun berturut-turut, maka tahun ini Tim Pendamping tidak diperbolehkan untuk menjadi peserta” tegas Rosy. (jf)

  • PEKAN PERTAMA 7 DESA DI KECAMATAN MAESAN LAKUKAN PENYALURAN BLT DD

    PEKAN PERTAMA 7 DESA DI KECAMATAN MAESAN LAKUKAN PENYALURAN BLT DD

    Hingga sabtu, (06/08/2022) sudah 7 Pemwrintah Desa di Kecamatan Maesan yang mwnyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap 3 untuk bulan Juli-Agustus tahun anggaran 2022 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ke 7 Pemerintah Desa itu yakni Desa Suco Lor  225 KPM,  Pujer Baru 151 KPM, Maesan 110 KPM, Suger Lor 127 KPM,  Sumbersari 157 KPM, Sumberpakem 130 KPM, dan Desa Pakuniran 113 KPM, sehingga total 1.013 KPM di Kecamatan Maesan yang telah menerima BLT DD. Sedangkan 5 Desa lainnya di kecamatan Maesan yang belum menyalurkan adalah Desa Tanah Wulan, Gambangan, Sumberanyar, Penanggungan dan Gunungsari.

     

     

    Menurut Abdul Muqsid, selaku PIC BLT DD TPP Kecamatan Maesan, bagi Pemerintah Desa yang belum menyalurkan BLT DD Tahap 3 bulan Juli-Agustus akan dijadwalkan dalam pekan depan.  Walaupun BLT DD tahap 3 yang sudah masuk di rekening kas desa sampai bulan september, namun untuk pencairan dan penyalurannya kepada KPM disesuaikan dengan bulan berjalan. 
    “Untuk bulan september nanti kita targetkan awal bulan sudah bisa dilakukan pencairan dan penyalurannya kepada KPM” katanya.
     

     

     
     
     
     
     
     
     
    Sementara itu, Joni Fatahillah, selaku Koordinator TPP Kecamatan Maesan menghimbau agar Pemerintah Desa di Kecamatan Maesan untuk segera menyalurkan  BLT DD dan melaporkan realisasinya sehimgga bisa dilakukan persiapan pengajuan pencairan  untuk bulan berikutnya, mengingat anggaran BLT DD bulan September sudah berada di rekening kas desa, sehingga diharapkan awal bulan depan sudah bisa dilakukan pencairan.
    ” Jika realisasi dan pelaporan dapat disegerakan maka awal bulan depan sudah dapat kita fasilitasi untuk pencairan” ujarnya. (jf)